Angka Kelahiran di China Anjlok, Terendah dalam 72 Tahun!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 17:25 WIB
China bersiap untuk melakukan vaksinasi pada anak usia 3 hingga 11 tahun. Vaksinasi itu dilakukan guna mengantisipasi melonjaknya kasus COVID-19 baru.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Beijing -

Angka kelahiran di wilayah China daratan kembali menurun sepanjang tahun 2021. Hal ini memperpanjang tren penurunan yang mendorong otoritas China pada tahun lalu mengizinkan setiap pasangan di wilayahnya untuk memiliki hingga tiga anak.

Seperti dilansir Reuters, Senin (17/1/2022), tahun 2016 lalu, otoritas China mencabut kebijakan satu anak yang sudah berlaku puluhan tahun dan menggantikannya dengan pembatasan dua anak untuk menghindari risiko ekonomi dari populasi yang menua dengan cepat.

Namun tingginya biaya hidup di area perkotaan menghalangi pasangan-pasangan untuk memiliki lebih banyak anak.

Biro Statistik Nasional melaporkan bahwa angka kelahiran sepanjang tahun 2021 mencapai 7,52 per 1.000 orang. Angka itu tercatat sebagai angka kelahiran terendah dalam 72 tahun terakhir atau sejak tahun 1949, ketika Biro Statistik Nasional mulai mengumpulkan data.

Angka itu juga menambah tekanan terhadap otoritas China untuk mendorong lebih banyak kelahiran.

Menurut data terbaru Biro Statistik Nasional, tingkat pertumbuhan alami populasi China -- tidak termasuk migrasi -- mencapai hanya 0,034 persen untuk tahun 2021. Angka tersebut juga tercatat sebagai yang terendah sejak tahun 1960.

"Tantangan demografis sudah diketahui, tapi kecepatan menuanya populasi jelas lebih cepat dari yang diperkirakan," sebut kepala pakar ekonomi pada manajemen Pinpoint Asset, Zhiwei Zhang.

Lihat juga video 'Kasus Flu Burung H5N6 di China: 2 Meninggal, 2 Kritis':

[Gambas:Video 20detik]