Beijing Laporkan Kasus Pertama Transmisi Lokal Omicron!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 16:34 WIB
A resident is silhouetted as she exercises with a colored ribbon in Beijing, China, Tuesday, Jan. 11, 2022. The Chinese capital is on high alert ahead of the Winter Olympics as China locks down a third city elsewhere for COVID-19 outbreak. (AP Photo/Ng Han Guan)
Ilustrasi (Foto: AP/Ng Han Guan)
Beijing -

Kota Beijing, China melaporkan kasus pertama transmisi lokal Covid-19 varian Omicron. Temuan kasus terjadi hanya beberapa minggu jelang dibukanya Olimpiade Musim Dingin dan libur tahun baru Imlek di China.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (16/1/2022) China melaporkan 65 kasus transmisi lokal baru pada hari Sabtu (15/1) di mana salah satu kasus terkonfirmasi di ibu kota Beijing. Jumlah kasus transmisi lokal tersebut turun dari hari sebelumnya, di mana ada 104 kasus, ketika kasus di kota Xi'an mulai mereda imbas lockdown ketat.

Meski terjadi penurunan kasus, varian Omicron telah tersebar dan terdeteksi di setidaknya lima provinsi dan kota di China. Hal ini mendorong kota-kota memberlakukan pembatasan.

Kasus transmisi lokal pertama varian Omicron di Beijing melibatkan seseorang yang telah mengunjungi beberapa mal dan restoran dalam 14 hari sebelumnya. Orang itu belum meninggalkan Beijing sejak awal tahun 2022 ini.

China belum mengatakan berapa banyak kasus Omicron yang terdeteksi secara total.

Surat kabar pemerintah, Beijing Daily melaporkan ada sekitar 13.000 orang telah dites COVID-19 di distrik Haidian, tempat kasus itu ditemukan. Dari hasil tes, tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19.

Sebagai bentuk pencegahan, sejumlah situs keagamaan di Beijing sudah ditutup. Pihak Kuil Lama, sebuah kuil Budha Tibet di Beijing tengah, mengatakan kuil ditutup hingga waktu yang belum diketahui karena COVID-19 dan langkah-langkah pengendalian.

Beberapa penduduk Beijing yang khawatir terjebak bergegas pulang ke kampung halaman lebih awal jelang libur Tahun Baru Imlek lantaran temuan varian Omicron.

"Ini mengkhawatirkan karena sumber infeksi di Beijing masih belum jelas," kata Shelly Fong, yang memutuskan untuk melakukan perjalanan kembali ke rumahnya di provinsi Liaoning, Senin (17/1).
"Jika ada wabah di Beijing, saya tidak akan bisa kembali ke rumah." lanjutnya.

"Bagaimana jika tidak ada penerbangan? Bagaimana jika ada penguncian di Beijing? Ini adalah kemungkinan nyata."

Simak juga 'Tak Hanya Covid-19, Korea Selatan Juga 'Diserang' Flu Burung':

[Gambas:Video 20detik]