Presiden Kazakhstan Tuduh Militan Timur Tengah Dalangi Kerusuhan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 09:58 WIB
People walk past cars, which were burned after clashes, on a street in Almaty, Kazakhstan, Friday, Jan. 7, 2022. Kazakhstans president authorized security forces on Friday to shoot to kill those participating in unrest, opening the door for a dramatic escalation in a crackdown on anti-government protests that have turned violent. The Central Asian nation this week experienced its worst street protests since gaining independence from the Soviet Union three decades ago, and dozens have been killed in the tumult. (AP Photo/Vasily Krestyaninov)
Dampak kerusuhan yang pecah di Kazakhstan (dok. AP/Vasily Krestyaninov)
Nur-Sultan -

Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, mengatakan bahwa militan-militan asing dari kawasan Asia Tengah, Afghanistan dan Timur Tengah ada di balik kerusuhan berdarah yang melanda negaranya pekan lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (11/1/2022), Tokayev tidak menjelaskan lebih lanjut soal bukti dan dasar yang mendorongnya menuduh militan asing sebagai dalang kerusuhan di Kazakhstan yang tercatat sebagai kerusuhan terparah dalam sejarah negara tersebut sejak runtuhnya Uni Soviet.

"Saya tidak ragu bahwa itu adalah serangan teror," ucap Tokayev dalam percakapan via telepon kepada Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, pada Senin (10/1) waktu setempat, seperti disampaikan oleh kantor kepresidenan Kazakhstan dalam pernyataannya.

Disebutkan Tokayev bahwa serangan itu 'terorganisasi dengan baik' dan melibatkan 'para petempur asing' dari negara-negara Asia Tengah, Afghanistan dan negara-negara Timur Tengah.

Dia menuduh para militan berupaya menciptakan 'zona kekacauan terkendali' demi merebut kekuasaan di Kazakhstan.

Dalam pembicaraan dengan Michel, Tokayev juga menyatakan bahwa kerusakan ekonomi ditaksir mencapai total US$ 2-3 miliar, dengan mengutip perkiraan awal

Menyusul permintaan dari Tokayev, aliansi keamanan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia mengerahkan tentara dan perangkat keras militer ke Kazakhstan.

Lihat Video: Melihat Kondisi Kazakhstan Usai Terjadi Kerusuhan

[Gambas:Video 20detik]