Kisah Jurnalis Haiti Lolos dari Kebiadaban Geng Bersenjata

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 13:04 WIB
G9 coalition gang members ride a motorcycle through the Wharf Jeremy street market in Port-au-Prince, Haiti, Wednesday, Oct. 6, 2021. While some gangs have turned to kidnapping, like those who captured 17 missionaries and their relatives, Jimmy Cherizier, aka Barbecue, a former policeman who leads the G9 gang coalition, has taken control of the port district, gaining a stranglehold on the countrys economy. (AP Photo/Rodrigo Abd)
Ilustrasi -- Geng bersenjata di Haiti (dok. AP/Rodrigo Abd)
Port-au-Prince -

Wilman Vil menjadi satu-satunya korban selamat dalam serangan geng bersenjata yang menewaskan dua jurnalis di Haiti. Vil kini hidup dalam persembunyian karena khawatir geng kriminal yang membunuh koleganya akan menemukan dirinya.

Seperti dilansir AFP, Senin (10/1/2022), Vil yang berusia 31 tahun ini bekerja untuk media online RL Production. Saat penyerangan terjadi pada Kamis (6/1) lalu, Vil sedang berjalan bersama dua koleganya, Wilguens Loussaint dan Amady John Wesley, sembari mengerjakan sebuah kisah yang akan mereka tulis.

Ketiganya sedang berjalan di dasar sungai yang kering di area perbukitan yang menghadap ke ibu kota Port-au-Prince, ketika sejumlah anggota geng kriminal yang berkuasa di daerah tersebut tiba-tiba melepas tembakan ke arah mereka.

"Peluru-peluru beterbangan, menghujani kami," tutur Vil kepada AFP dalam wawancara via telepon pada Sabtu (8/1) waktu setempat.

Vil berhasil berlindung di balik pepohonan terdekat, dan setelah memanjat lereng perbukitan yang berbatu, dia diselamatkan oleh para pekerja pertanian yang ramah. Saat itu Vil kehilangan jejak kedua rekannya dan berusaha menghubungi mereka.

Amady yang menjawab panggilan telepon Vil, menuturkan dirinya tertangkap oleh geng kriminal tersebut. Bahkan Vil mendengar Amady memohon kepada anggota geng kriminal itu untuk membebaskan dirinya dan Loussaint.

"Amady terus mengatakan kepada mereka, 'Kami bukan bandit, kami jurnalis. Kami di sini untuk melaporkan'," ujar Vil kepada AFP.

Vil menempatkan telepon genggamnya pada mode speaker sehingga para pekerja pertanian yang menyelamatkannya bisa ikut mendengarkan. Suara yang bisa mereka dengar setelah itu hanyalah suara tembakan.