AS Tangkap Eks Tentara Kolombia Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 18:23 WIB
FILE - In this Feb. 7, 2020, file photo, Haitis President Jovenel Moise speaks during an interview at his home in Petion-Ville, a suburb of Port-au-Prince, Haiti. Sources say Moise was assassinated at home, first lady hospitalized amid political instability. (AP Photo/Dieu Nalio Chery, File)
Presiden Haiti, Jovenel Moise, dalam foto tahun 2020 (AP Photo/Dieu Nalio Chery, File)
Washington DC -

Otoritas Amerika Serikat (AS) menangkap seorang mantan tentara Kolombia atas dugaan terlibat pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise. Tersangka yang ditangkap di Bandara Panama ini diekstradisi ke AS secara sukarela dan akan didakwa atas konspirasi penculikan dan pembunuhan Presiden Haiti.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (5/1/2022), penangkapan mantan tentara Kolombia bernama Mario Palacios (43) ini dinilai membuka jalan untuk dijeratkannya dakwaan pidana pertama dalam kasus pembunuhan Moise, yang memicu krisis politik di Haiti.

Otoritas Haiti sendiri telah menangkap 45 tersangka terkait pembunuhan tersebut, namun belum secara resmi mendakwa satupun tersangka.

Oleh otoritas Haiti, Palacios diidentifikasi sebagai bagian dari sekelompok mantan tentara Kolombia yang terlibat dalam penyerbuan kediaman Moise di Port-au-Prince pada 7 Juli lalu, yang berujung pembunuhan sang Presiden Haiti.

Palacios sebenarnya telah ditahan di Jamaika pada Oktober lalu, namun dideportasi karena kurang bukti yang mengaitkannya dengan pembunuhan Moise. Dia ditangkap saat sedang transit di Bandara Internasional Tocumen, Panama, sebelum melanjutkan penerbangan ke Kolombia.

Usai ditangkap, menurut kepala layanan imigrasi Panama, Smaira Gozaine, Palacios mengutarakan niatnya untuk menyerahkan diri kepada otoritas AS. Gozaine menuturkan bahwa Palacios 'menerima ekstradisi secara sukarela' dan diterbangkan ke Miami, AS, pada Senin (3/1) waktu setempat.

Kepolisian Nasional Kolombia secara terpisah menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan otoritas Panama dan AS untuk menegakkan red notice Interpol terhadap Palacios atas tuduhan 'pembunuhan dan konspirasi pembunuhan'.