Aparat Cari Sosok Misterius dari Korsel yang Terobos ke Korut

ADVERTISEMENT

Aparat Cari Sosok Misterius dari Korsel yang Terobos ke Korut

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 13:55 WIB
Visitors stand on a viewing deck at the Imjingak peace park near the Demilitarized zone (DMZ) dividing the two Koreas in Paju on January 1, 2022. (Photo by Jung Yeon-je / AFP)
Aparat Cari Sosok Misterius dari Korsel yang Terobos ke Korut - perbatasan DMZ (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)
Jakarta -

Militer Korea Selatan melakukan operasi pencarian setelah mendeteksi seorang warganya yang melintasi perbatasan ke Korea Utara. Pencarian dilakukan usai mendeteksi keberadaan orang tersebut di sisi timur Zona Demiliterisasi (DMZ), yang memisahkan dua wilayah tersebut.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Minggu (2/1/2021) Kepala Staf Gabungan (JCS) mengatakan pihaknya melakukan operasi pencarian setelah mendeteksi orang tersebut pada Sabtu (1/1) sekitar pukul 21.20 malam waktu setempat di sisi timur DMZ.

"Kami telah mengkonfirmasi bahwa orang tersebut melintasi perbatasan Garis Demarkasi Militer sekitar pukul 22.40 dan membelot ke Utara," kata JCS.

JCS mengatakan tidak dapat memastikan apakah orang itu masih hidup atau tidak. Pihaknya telah memberitahukan peristiwa itu ke Korea Utara melalui hotline militer untuk meminta perlindungan. Namun hingga ini belum ada pergerakan soal kejadian tersebut.

Penyeberangan perbatasan, yang ilegal di Korsel, terjadi ketika Korut melakukan tindakan ketat mencegah Covid-19 sejak menutup perbatasan pada awal 2020 lalu. Meski begitu Korut belum mengkonfirmasi adanya infeksi di wilayahnya.

Pada September 2020 lalu, tentara Korut menembak mati seorang pejabat perikanan Korsel yang hilang di laut, di mana Korut menyalahkan aturan anti-virus dan meminta maaf.

Dua bulan sebelumnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengumumkan keadaan darurat nasional dan menutup kota perbatasan setelah seorang pembelot Korut yang katanya memiliki gejala COVID-19 secara ilegal menyelinap kembali melintasi perbatasan ke Korut dari Korsel.

Lockdown Korut yang berkepanjangan dan pembatasan pergerakan antar provinsi juga telah mendorong jumlah pembelot Korut yang tiba di Selatan menurun drastis.

Hubungan lintas batas kedua negara memburuk setelah negosiasi denuklirisasi antara Korut dan Amerika Serikat (AS) terhenti sejak pertemuan puncak yang gagal pada 2019 lalu.

Korea Selatan dan pasukan PBB yang dipimpin AS secara teknis masih berperang dengan Korea Utara sejak 1950 hingga 1953. Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian damai.

Lihat juga Video: Korsel Restui Pil Paxlovid Pfizer Jadi Obat Oral Covid-19 Pertama

[Gambas:Video 20detik]



(izt/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT