ADVERTISEMENT

4 Fakta Corona di AS Menggila Lagi hingga 200 Ribu Kasus Sehari

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 22:32 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Ilustrasi Amerika Serikat (Foto: AP/Alex Brandon)
Washington DC -

Kasus Corona di Amerika Serikat (AS) menggila lagi hingga mencapai 200 ribu kasus per hari. Ada sejumlah fakta yang terungkap dari peningkatan kasus itu.

Dilansir dari CNN, Selasa (28/12/2021), AS mencatat nyaris 200 ribu kasus Corona dalam sehari dan diprediksi bakal naik hingga 500 ribu kasus Corona dalam sehari.

Berikut sejumlah fakta terkait kasus Corona di AS:

1. Kasus Melonjak Saat Banyak Pelancong Jelang Natal

Jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di AS melonjak saat para pelancong banyak bepergian pada masa liburan Natal. Kasus diperkirakan terus melonjak saat liburan akhir pekan lainnya.

Menurut data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) pada Minggu (26/12) waktu setempat, AS rata-rata mencatat 198.404 kasus Corona setiap harinya. Angka ini lebih tinggi 47 persen dibandingkan sepekan lalu dan tercatat sebagai tambahan kasus tertinggi dalam sehari sejak 19 Januari.

"Saya pikir kita akan melihat setengah juta kasus dalam sehari -- mudah -- mungkin antara pekan depan hingga 10 hari," sebut analis medis CNN, Dr Jonathan Reiner.

2. 71 Ribu Warga AS Dirawat Akibat COVID

Data Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia AS menyebut ada sekitar 71.000 warga AS yang dirawat akibat Corona hingga Minggu (26/12) waktu setempat. Sementara menurut JHU, sekitar 1.408 warga AS meninggal akibat Corona setiap harinya selama sepekan hingga Minggu (26/12) waktu setempat.

Angka itu tercatat naik 17 persen dibandingkan sepekan sebelumnya. Sementara itu, penasihat pandemi Corona AS Dr Anthony Fauci juga memperingatkan potensi lonjakan kasus dalam waktu dekat dengan adanya penyebaran varian Omicron yang sangat menular.

"Kita pasti akan terus melihat lonjakan (kasus Corona) untuk sementara waktu," sebut Fauci yang juga Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular.

Fauci mengatakan perkumpulan kecil dari orang-orang yang telah divaksinasi Corona saat perayaan malam Tahun Baru 2022 akan aman untuk digelar. Namun, dia mengimbau orang-orang untuk menghindari perkumpulan besar yang status vaksinasi dan para tamunya tidak diketahui.

"Ketika Anda berbicara soal pesta malam Tahun Baru di mana Anda mendapati 30, 40, 50 orang merayakan, yang Anda tidak tahu status vaksinasinya, saya sangat menyarankan: Jauhi itu untuk tahun ini. Akan ada tahun-tahun lain untuk melakukan itu. Tapi tidak tahun ini," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT