International Updates

Ngeri Pembantaian di Myanmar, Australia Catat Kematian Pertama Omicron

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 27 Des 2021 18:43 WIB
YANGON, MYANMAR - MARCH 28: Anti-coup protesters use slingshots and pelt stones towards approaching security forces on March 28, 2021 in Yangon, Myanmar. Myanmars military Junta continued a brutal crackdown on a nationwide civil disobedience movement in which thousands of people have turned out in continued defiance of live ammunition. Local media and monitoring organizations estimate that over 400 people have been killed since the coup began, including dozens of children and minors. (Photo by Stringer/Getty Images)
PBB ngeri dengan laporan pembantaian warga sipil Myanmar (Foto: Getty Images/Getty Images)
Jakarta -

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merasa ngeri dengan laporan kredibel yang menyebut sedikitnya 35 warga sipil di Myanmar tewas dibunuh dan jenazah mereka hangus dibakar. PBB menuntut pemerintah Myanmar untuk menyelidiki kematian puluhan warga sipil tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (27/12/2021), dua pekerja organisasi non-profit, Save the Children, dilaporkan hilang setelah kendaraan mereka, bersama sejumlah kendaraan lainnya, diserang dan dibakar dalam insiden di wilayah Kayah. Kedua pekerja itu hilang saat dalam perjalanan pulang usai melakukan tugas kemanusiaan.

Sebuah kelompok pemantau dan media lokal menyalahkan serangan itu terhadap tentara militer Myanmar.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (27/12/2021):

- Houthi Sudah Tembakkan 430 Rudal dan 851 Drone ke Arab Saudi

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengungkapkan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman telah menembakkan sedikitnya 430 rudal balistik dan 851 drone bersenjata ke wilayah Saudi. Angka itu tercatat sejak operasi militer pimpinan Saudi dimulai tahun 2015 lalu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/12/2021), sedikitnya 59 warga sipil Saudi tewas akibat serangan udara pemberontak Houthi tersebut.

Operasi militer pimpinan Saudi itu diketahui bertujuan mendukung pemerintahan Yaman, yang diakui internasional, yang terdesak oleh pemberontak Houthi yang kini menguasai ibu kota Sanaa.

Juru bicara koalisi Saudi, Jenderal Turki al-Malki, menyebut pemberontak Houthi menggunakan bandara Sanaa sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan ke wilayahnya. Tuduhan itu telah dibantah oleh Houthi.

- Banyak Anak Dirawat Inap di RS New York Gegara Omicron

Di tengah penyebaran kasus varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron, otoritas kesehatan New York di Amerika Serikat (AS) melaporkan peningkatan angka rawat inap untuk anak-anak di rumah sakit wilayahnya. Di sisi lain, AS tengah mengalami kekurangan tes Corona untuk warganya di musim liburan.

Seperti dilansir AFP, Senin (27/12/2021), Departemen Kesehatan negara bagian New York memperingatkan adanya 'tren peningkatan rawat inap anak-anak terkait COVID-19'.

Otoritas kota New York 'mengidentifikasi kenaikan empat kali lipat dalam penerimaan rumah sakit terkait COVID-19 untuk anak-anak berusia 18 tahun ke bawah mulai 5 Desember hingga pekan ini'.

- PBB Ngeri dengan Pembantaian 35 Warga Sipil di Myanmar

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merasa ngeri dengan laporan kredibel yang menyebut sedikitnya 35 warga sipil di Myanmar tewas dibunuh dan jenazah mereka hangus dibakar. PBB menuntut pemerintah Myanmar untuk menyelidiki kematian puluhan warga sipil tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (27/12/2021), dua pekerja organisasi non-profit, Save the Children, dilaporkan hilang setelah kendaraan mereka, bersama sejumlah kendaraan lainnya, diserang dan dibakar dalam insiden di wilayah Kayah. Kedua pekerja itu hilang saat dalam perjalanan pulang usai melakukan tugas kemanusiaan.