China Perketat Lockdown di Xi'an, Mobil Dilarang Melintas

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Des 2021 18:04 WIB
Kota Xian di China dilokcdown ketat imbas lonjakan kasus COVID-19. Jutaan penduduk kota itu pun tak diziinkan bepergian tanpa alasan yang jelas.
Situasi kota Xi'an yang tengah di-lockdown (dok. Shao Rui/Xinhua via AP)
Beijing -

Lockdown yang diterapkan di kota Xi'an, China, semakin diperketat dalam upaya mengendalikan wabah virus Corona (COVID-19) terburuk dalam 21 bulan terakhir. Selain dilarang pergi ke luar rumah, warga kota Xi'an juga dilarang mengemudikan kendaraannya selama lockdown berlangsung.

China masih berpegang pada strategi 'nol-COVID' dengan menerapkan pembatasan perbatasan yang ketat, masa karantina yang lama dan lockdown terarah, saat Beijing tengah bersiap menyambut ribuan pengunjung dari luar negeri untuk Olimpiade Musim Dingin pada Februari tahun depan.

Namun kota bersejarah Xi'an yang berpenduduk 13 juta jiwa menghadapi hari ke-5 mereka dilarang ke luar rumah. Seperti dilansir AFP, Senin (27/12/2021), kota Xi'an menjadi pusat wabah baru Corona yang memicu lonjakan kasus tertinggi di China sejak Maret tahun lalu.

Pemerintah kota Xi'an melalui akun resmi media sosialnya, pada Senin (27/12) waktu setempat, mengumumkan lockdown akan semakin diperketat dengan penerapan 'langkah-langkah pengendalian sosial yang paling ketat'.

Kota Xi'an yang ada di Provinsi Shaanxi, China bagian utara, yang terkenal dengan patung Tentara Terakota ini, melaporkan 150 kasus baru Corona pada Senin (27/12) waktu setempat.

Dengan tambahan itu, maka total kasus Corona di kota Xi'an kini mencapai 650 kasus sejak wabah terbaru muncul 9 Desember lalu.

Dalam pengumuman terbarunya, pemerintah kota Xi'an menyatakan tidak ada kendaraan yang diizinkan lalu-lalang di jalanan setempat selama lockdown, kecuali membantu upaya pengendalian penyakit.

Disebutkan juga bahwa para personel kepolisian dan pejabat kesehatan setempat akan 'memeriksa dengan ketat' setiap mobil yang kedapatan lalu-lalang. Bagi mereka yang melanggar aturan tersebut, bisa ditahan selama 10 hari dan didenda sebesar 500 Yuan (Rp 1,1 juta).

Tonton juga Video: Tak Hanya Jualan, Mobil China Chery Juga Akan Bangun Pabrik di Indonesia

[Gambas:Video 20detik]