Aktivis Anti-Apharteid Desmond Tutu Meninggal Dunia

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 15:11 WIB
(FILES) In this file photo taken on April 23, 2014 Nobel Peace Laureate Archbishop Desmond Tutu gestures during a press conference about the first 20 years of freedom in South Africa at St Georges Cathedral in Cape Town . - South African anti-apartheid icon Desmond Tutu, described as the countrys moral compass, died on December 26, 2021, aged 90, President Cyril Ramaphosa said. (Photo by Jennifer BRUCE / AFP)
Aktivis Anti-Apharteid Desmond Tutu Meninggal Dunia (Foto: AFP/JENNIFER BRUCE)
Jakarta -

Aktivis anti-Apartheid Afrika Selatan, Desmond Tutu, meninggal dunia di usia 90 tahun. Kabar itu disampaikan oleh Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa.

"Meninggalnya Uskup Agung Emeritus Desmond Tutu adalah babak lain dari duka dalam perpisahan bangsa kita dengan generasi Afrika Selatan yang luar biasa, yang telah mewariskan kepada kita Afrika Selatan yang telah dibebaskan," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP dan BBC, Minggu (26/12/2021).

Presiden Ramaphosa mengatakan Tutu adalah "seorang pemimpin spiritual ikonik, aktivis anti-apartheid dan juru kampanye hak asasi manusia global".

Dia menggambarkannya sebagai "seorang patriot tanpa tandingan; seorang pemimpin berprinsip dan pragmatis yang memberi makna pada wawasan alkitabiah bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati."

"Seorang pria dengan kecerdasan luar biasa, integritas dan tak terkalahkan melawan kekuatan apartheid, dia juga lembut dan rentan dalam belas kasihnya bagi mereka yang telah menderita penindasan, ketidakadilan dan kekerasan di bawah apartheid, dan orang-orang yang tertindas dan tertindas di seluruh dunia." imbuhnya.

Kematian Tutu terjadi hanya beberapa minggu setelah presiden kulit putih terakhir Afrika Selatan, FW de Clerk, meninggal dunia pada usia 85 tahun.

Diketahui Desmond Tutu mendapat julukan 'kompas moral' lantaran tidak pernah takut untuk berbicara kebenaran kepada penguasa, apa pun kepercayaan atau warna kulitnya.

Perjuangannya dibuktikan dengan memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada 1984. Saat itu dirinya turut andil memerangi aturan minoritas kulit putih di negaranya.

Terkenal blak-blakan, bahkan setelah jatuhnya rezim apartheid rasis, Desmond Tutu terus berjuang melawan ketidakadilan Afrika Selatan.

"Ini adalah hak istimewa yang luar biasa, ini adalah kehormatan besar bahwa orang berpikir bahwa mungkin nama Anda dapat membuat perbedaan kecil," katanya kepada AFP sesaat sebelum ulang tahunnya yang ke-80 pada tahun 2011 lalu.

Lihat juga video 'Aktivis di Afghanistan Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal':

[Gambas:Video 20detik]