DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 06:25 WIB

Dokumen Intelijen AS tentang Nelson Mandela Dipublikasikan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Dokumen Intelijen AS tentang Nelson Mandela Dipublikasikan Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela (Foto: BBC World)
Johannesburg - Dokumen intelijen Amerika Serikat (AS) tentang Nelson Mandela dipublikasikan. Dokumen yang terdiri dari ribuan halaman itu dipublikasikan pada Rabu (18/7).

Dilansir Reuters, Kamis (19/7/2018), Property of the People, kelompok orang-orang yang berbasis di Washington, merilis makalah untuk memperingati 100 tahun kelahiran presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan tersebut.


Tonton juga video: 'Rayakan Kelahiran Nelson Mandela, Facebook Suguhkan Ilustrasi'

[Gambas:Video 20detik]


Mereka mengungkapkan Washington terus memantau pahlawan anti-apartheid Afrika Selatan itu sebagai ancaman komunis. Hal itu terus dilakukan bahkan hingga Mandela bebas dari penjara.

"Dokumen-dokumen itu mengungkapkan bahwa, seperti yang terjadi pada 1950-an dan 1960-an dengan Martin Luther King Jr dan gerakan hak-hak sipil, FBI secara agresif menyelidiki gerakan anti-apartheid AS dan Afrika Selatan sebagai plot komunis yang membahayakan keamanan Amerika," kata Presiden Property of the People, Ryan Shapiro.


"Lebih buruk lagi, dokumen-dokumen itu menunjukkan FBI melanjutkan penyelidikan ancaman komunis terhadap Mandela dan gerakan anti-apartheid bahkan setelah pengenaan sanksi perdagangan AS terhadap apartheid Afrika Selatan, setelah pembebasan yang secara internasional dirayakan oleh Mandela dari penjara, dan setelah kejatuhan Tembok Berlin," tambahnya.

Property of the People mengatakan mendapatkan dokumen ini setelah bertahun-tahun melakukan litigasi. Mereka menyatakan masih ada banyak barang-barang termasuk dokumen dari badan intelijen utama AS seperti FBI, CIA, DIA, dan NSA yang belum pernah dilihat publik.

'File Mandela' dapat ditemukan di situs ini.


Perayaan 100 tahun Mandela digelar di Afrika Selatan. Mantan Presiden AS Barack Obama turut menyampaikan pidato yang mengesankan pada Selasa (17/7) lalu yang mengatakan dunia harus menahan sinisme atas munculnya orang kuat.

Mandela bersama Kongres Nasional Afrika (ANC) berkuasa di Afrika Selatan sejak berakhirnya apartheid di tahun 1994. Koalisi ANC dengan Partai Komunis Afrika Selatan menentang pemerintah minoritas kulit putih.

Afrika bagian selatan merupakan bagian tak terpisahkan dari medan Perang Dingin. Sebagian negara-negara yang baru merdeka seperti Angola dan Mozambik punya kedekatan dengan Moskow.


Dokumen Intelijen AS tentang Nelson Mandela Dipublikasikan

(jbr/fdu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed