Geger Kematian Perdana Akibat Varian Omicron

ADVERTISEMENT

Geger Kematian Perdana Akibat Varian Omicron

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 05:02 WIB
Jakarta -

Varian baru Corona bernama Omicron beberapa saat terakhir membuat geger lantaran menyebar cepat di beberapa negara. Bahkan varian Omicron ini dilaporkan telah menyebabkan kematian di salah satu negara yakni Inggris.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Dia mengatakan setidaknya satu orang meninggal di Inggris setelah positif mengidap varian Omicron.

Laporan dari Inggris ini sekaligus menjadi kasus kematian pertama akibat varian baru Omicron yang dilaporkan kepada dunia. Kemungkinan Omicron juga telah menyebabkan kematian di negara lain tapi baru Inggris yang berani melaporkannya secara resmi.

Tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah Inggris apakah orang yang meninggal tersebut sudah divaksinasi atau memiliki penyakit berat sebelumnya. Informasi sejauh in hanya lah orang tersebut meninggal di rumah sakit.

"Paling sedikit satu orang dikonfirmasi meninggal karena Omicron," kata PM Johnson kepada wartawan di sebuah pusat vaksinasi di London.

"Jadi saya kira kita harus mengesampingkan pendapat jika varian ini lebih ringan dan mengakui betapa cepatnya varian ini menular," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, mengatakan kasus positif karena varian Omicron sekarang sudah mencapai 44 persen di ibu kota London.

Dia pun mengkhawatirkan lantaran dalam waktu 48 jam Omicron bisa menjadi varian dominan dalam kasus positif COVID-19. Menurutnya tingkat penularan Omicron bisa mencapai 200 ribu orang per hari.

Sebelum pengumuman adanya kematian karena Omicron, Inggris melaporkan adanya 10 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit dan mereka mengidap Omicron.

Usia mereka antara 18 sampai 85 tahun dan kebanyakan sudah mendapatkan vaksin dua dosis.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan Omicron, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong pada akhir November lalu,bisa mengelabui tingkat kekebalan bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksin dua dosis, baik AstraZeneca atau Pfizer.

Departemen Kesehatan Afrika Selatan mengatakan masih belum bisa menjelaskan apakah kasus kematian akibat COVID saat ini disebabkan oleh Omicron, karena data kematian tidak dirinci dengan jelas per varian.

Hari Minggu kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hasil penelitian sementara dari Afrika Selatan menunjukkan gejala penyakit akibat virus Omicron lebih ringan dibandingkan varian Delta yang masih menjadi varian dominan di dunia.

Tetapi WHO menegaskan belum jelas jika varian Omicron memang pada dasarnya lebih jinak.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT