Mayat Wanita Ditemukan di Mobil Tenggelam Dekat Air Terjun Niagara

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 17:27 WIB
A U.S. Coast Guard diver is lowered from a hovering helicopter to pull a body from a submerged vehicle stuck in rushing rapids just yards from the brink of Niagara Falls, Wednesday, Dec. 8, 2021, in Niagara Falls, N.Y. (AP Photo/ Jeffrey T. Barnes)
Petugas penyelamat AS melakukan evakuasi dramatis di sungai dekat Air Terjun Niagara (AP Photo/ Jeffrey T. Barnes)
New York -

Mayat seorang wanita ditemukan di dalam mobil yang tenggelam di sungai dekat air terjun Niagara di perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Temuan ini memicu evakuasi dramatis oleh otoritas setempat.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Kamis (9/12/2021), kepolisian setempat awalnya mendapatkan laporan soal keberadaan sebuah mobil warna hitam yang nyaris tenggelam di Sungai Niagara, yang berjarak hanya 45 meter dari tepi air terjun terkenal di dunia itu, pada Rabu (8/12) waktu setempat.

"Ketinggian air diturunkan oleh Power Authority, drone dan helikopter milik Sheriff Niagara County digunakan untuk menentukan adanya orang di dalam kendaraan. Satu jenazah terpantau di kursi pengemudi," demikian pernyataan Kepolisian New York State Park.

Proses evakuasi ini berlangsung dramatis dengan seorang petugas penyelamat yang tergantung dari helikopter milik Penjaga Pantai setempat, mendekati mobil yang nyaris tenggelam itu dari udara, dengan arus sungai yang sangat deras di bawahnya.

Petugas yang tampak memakai seragam oranye lengkap dengan helm pelindung itu, melawan angin kencang dan arus deras untuk mengakses mobil yang nyaris tenggelam. Dia berhasil masuk melalui sisi penumpang dan langsung mengeluarkan perempuan yang duduk di kursi pengemudi.

Petugas itu berhasil mengevakuasi seorang perempuan dari kendaraan itu, yang kemudian dibiarkan tenggelam di sungai berarus deras. Namun sayangnya, perempuan yang diperkirakan berusia 60-an tahun itu dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Otoritas setempat, seperti dilansir Associated Press, menyebut perempuan itu tinggal di area sekitar, tapi identitasnya belum diungkap ke publik.