Biden ke Warga AS: Suntikan Booster Jadi Perlindungan Terbaik dari Omicron

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 15:50 WIB
President Joe Biden speaks about the end of the war in Afghanistan from the State Dining Room of the White House, Tuesday, Aug. 31, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Joe Biden (dok. AP Photo/Evan Vucci)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendorong warga AS yang memenuhi syarat untuk segera mendapatkan suntikan booster vaksin virus Corona (COVID-19). Biden menegaskan pemerintahannya akan memerangi varian baru Omicron dengan 'sains dan kecepatan, bukan kekacauan dan kebingungan'.

Seperti dilansir CNN, Kamis (2/12/2021), otoritas AS mengumumkan pada Rabu (1/12) waktu setempat bahwa kasus pertama varian Omicron terdeteksi pada seseorang yang baru tiba di San Francisco, California, dari Afrika Selatan.

Individu yang terinfeksi varian Omicron ini teridentifikasi sebagai pelancong yang kembali dari Afrika Selatan pada 22 November dan dinyatakan positif Corona pada 29 November. Disebutkan bahwa individu itu mengalami 'gejala-gejala ringan' dan menjalani karantina mandiri, serta kondisinya telah membaik.

"Biarkan saya ulangi apa yang telah ditegaskan para dokter dan ilmuwan. Perlindungan terbaik terhadap Omicron adalah mendapatkan suntikan booster," ujar Biden.

"Saat ini, sekitar 135 juta warga Amerika memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan booster, tapi hanya sekitar 40 juta yang telah mendapatkannya sejauh ini. Jika Anda berusia 18 tahun ke atas, Anda telah divaksinasi sebelum 1 Juni, dapatkan suntikan booster Anda sekarang," imbau Biden kepada warga AS.

"Jika Anda belum divaksinasi, sekarang waktunya untuk divaksinasi dan bawa anak-anak Anda untuk divaksinasi. Setiap anak berusia 5 tahun ke atas bisa mendapatkan vaksinasi yang aman dan efektif," imbuhnya.

Berbicara di Institut Kesehatan Nasional pada Kamis (2/12) waktu setempat, Biden menyatakan akan menguraikan langkah-langkah selanjutnya dalam memerangi pandemi Corona pada musim dingin ini.

"Tidak dengan penutupan atau lockdown, tapi dengan lebih banyak vaksinasi yang lebih luas, booster, pengujian dan lebih banyak lagi," cetusnya.