Imbas Omicron, Afrika Selatan Pertimbangkan Wajibkan Vaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 16:52 WIB
Acting President of South Africa Cyril Ramaphosa listens to debate in Parliament in Cape Town in Parliament in Cape Town, South Africa, February 15, 2018. REUTERS/Mike Hutchings
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa (dok. REUTERS/Mike Hutchings)

Namun, Ramaphosa menegaskan bahwa otoritas Afrika Selatan tidak akan memberlakukan penerapan lockdown di wilayahnya untuk sementara waktu.

Jumlah kasus harian Corona di Afrika Selatan tercatat meningkat nyaris tiga kali lipat dalam sepekan terakhir, yang kebanyakan merupakan varian baru Omicron yang pertama diidentifikasi oleh para pakar virologi Afrika Selatan.

"Jika kasusnya terus meningkat, kita bisa memperkirakan untuk memasuki gelombang penularan keempat dalam beberapa pekan ke depan, jika tidak lebih cepat," ujar Ramaphosa memperingatkan.

Para ilmuwan sejauh ini telah mendeteksi sejumlah 'kecil' kasus varian Omicron, yang kebanyakan terdeteksi di Afrika Selatan, kemudian juga di Botswana, Hong Kong, Israel dan beberapa negara lainnya. Para ilmuwan mengkhawatirkan jumlah mutasi yang tinggi untuk varian baru ini, yang memicu kekhawatiran bahwa varian ini bisa lebih resisten terhadap vaksin dan mudah menular.

Namun seorang dokter setempat mengungkapkan bahwa gejala-gejala varian ini cenderung ringan dan bisa dirawat di rumah.


(nvc/tor)