Singapura Longgarkan Pembatasan Corona Besok, Ini Fakta-faktanya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 13:39 WIB
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia.
Foto: Ilustrasi corona di Singapura (Getty Images)

3. Kasus harian turun

Rata-rata kasus harian Corona di Singapura diketahui mengalami penurunan hingga di bawah 3.000 kasus. Sejauh ini, sekitar 85 persen dari total 5,45 juta jiwa populasi Singapura telah divaksinasi Corona.

Jumlah tambahan kasus Corona pada Jumat (19/11) waktu setempat tercatat mencapai 1.734 kasus. Angka itu tercatat menurun cukup drastis jika dibandingkan rekor tertinggi pada akhir Oktober lalu yang mencapai 5.324 kasus dalam sehari.

"Rasio minggu per minggu untuk kasus di tengah masyarakat tetap stabil di sekitar 0,8 hingga 1,0 sepekan terakhir ini," sebut Kementerian Kesehatan Singapura dalam pernyataannya.

4. Jumlah pasien yang dirawat turun

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung pertama kali mencatat bahwa jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di Singapura, dengan sebagian besar dari mereka dalam program pemulihan di rumah, telah menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Angka pasien yang dirawat ini tetap konsisten di atas 20.000 sepanjang Oktober dan memuncak pada 26.386 pada 29 Oktober. Angka ini kemudian turun sejak di bawah 20.000 pada 7 November hingga sekarang, sedikit di atas 15.000.

Ong mengungkap bahwa sekitar 3.000 pasien, juga sebagian besar dalam pemulihan di rumah, terus dipulangkan setiap hari.

5. Jumlah rata-rata orang yang terinfeksi

Kedua, nilai reproduksi, atau R, telah bertahan di sekitar 0,9 banding satu meskipun ada peningkatan. R adalah perkiraan rata-rata jumlah orang yang dapat terinfeksi oleh satu pasien positif COVID-19.

"Semakin banyak orang yang keluar untuk bersosialisasi dan mereka keluar dan berkeliling," kata Ong.

"Ini pertanda baik. Artinya, lebih banyak aktivitas manusia tidak mendorong penularan dan rawat inap. Artinya adalah masyarakat kita menjadi lebih tahan terhadap virus," tuturnya.

6. Jumlah pasien dengan kondisi parah turun

Faktor ketiga yang melatarbelakangi pelonggaran ini adalah jumlah pasien dengan kondisi parah menurun. Di puncak lonjakan kasus Singapura saat ini - yang terburuk sejak awal pandemi, meskipun jumlahnya telah berkurang baru-baru ini - jumlah rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan suplementasi oksigen atau perhatian unit perawatan intensif (ICU) adalah sekitar 420. Jumlah ini kemudian turun menjadi sekitar 370.

Dari Agustus hingga Oktober, jumlah pasien yang jatuh sakit parah, membutuhkan perawatan ICU atau sekarat juga turun dari 12 per 1.000 orang yang terinfeksi menjadi lima per 1.000.

"Jika kita melacak di luar Oktober untuk mendapatkan angka di bulan November, saya pikir sangat mungkin angkanya bahkan di bawah lima. Ini signifikan. Ini berarti bahwa setiap kali Anda mendapatkan 1.000 orang terinfeksi, Anda sekarang dapat mengandalkan fakta bahwa lebih sedikit jumlah yang akan jatuh sakit parah, membutuhkan perawatan ICU atau meninggal dibandingkan dengan, katakanlah, pada bulan Agustus atau September," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa peningkatan jumlah booster vaksin telah berkontribusi terhadap hal ini. Suntikan booster membantu manula agar tidak jatuh sakit parah bahkan jika terinfeksi.

"Lebih penting lagi... lebih sedikit manula yang tidak divaksinasi sekarang terinfeksi," tambah Ong.


(rdp/imk)