Kasatgas Ingatkan Corona AY.4.2 Sudah Masuk Malaysia: Kita Harus Antisipasi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 01:50 WIB
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Mayjen TNI Suharyanto
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Mayjen TNI Suharyanto (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Mayjen TNI Suharyanto menyebut bahwa varian baru virus Corona AY.4.2 telah masuk ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak agar mengantisipasi munculnya Corona varian baru itu.

Suharyanto menyampaikan hal tersebut di sela-sela rapat koordinasi penanganan banjir di Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Kantor Gubernur Kalteng, Palangkaraya.

"Varian AY.4.2 sudah mulai masuk ke Malaysia. Ini yang harus kita antisipasi. Negara-negara di Eropa kasus COVID-19 sudah naik," ucap Suharyanto, yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/11/2021).

Di samping itu, Suharyanto juga meminta seluruh unsur mengantisipasi adanya dua momentum yakni Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 (nataru). Menurutnya, dua momentum itu dapat mendorong masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan, hinnga dapat memicu terjadinya kerumunan yang kemudian diikuti dengan peningkatan kasus aktif COVID-19.

"Sejak pandemi COVID-19, yang namanya Nataru kita belum berhasil melewatinya tanpa kenaikan kasus. Mudah-mudahan untuk tahun ini kita bisa berhasil. Kalaupun ada peningkatan maka tidak terlalu drastis dan segera dapat diatasi," katanya.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 dalam kurun waktu 2020, selain Nataru, persentase kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air juga terjadi setelah adanya libur panjang, seperti libur Idul Fitri, libur Hari Kemerdekaan, libur Maulid Nabi. Adapun pada 2021, Indonesia bahkan dihantam gelombang ke dua setelah libur panjang Idul Fitri 2021 dan juga ditambah dengan masuknya varian delta.

Guna mengantisipasi adanya potensi kenaikan kasus dari dua faktor tersebut, mantan Pangdam V Brawijaya itu meminta seluruh pihak untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan vaksinasi. Sebab, dua hal tersebut menjadi upaya terbaik untuk mencegah terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

"Jadi protokol kesehatan ini terus dijaga. Jangan sampai nanti muncul klaster lagi, utamanya di pengungsian. Terkadang kita lupa saat kondisi bencana untuk terus disiplin protokol kesehatan, Ibu-ibu di dapur umum, jika tidak bisa jaga jarak minimalnya jangan sampai lepas masker! Kalau tidak punya, akan dibagikan secara gratis!" pungkasnya.

Simak juga video 'Status Pandemi Dicabut WHO Bila Covid-19 di Sejumlah Benua Terkendali':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)