Pakistan Bebaskan Pimpinan Partai Islam yang Serukan Demo Anti-Prancis

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 04:41 WIB
Saad Rizvi, leader of Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) party addresses a gathering during Friday prayers in Lahore on November 19, 2021. (Photo by Arif ALI / AFP)
Saad Rizvi (Foto: AFP/ARIF ALI)
Jakarta -

Pakistan membebaskan pimpinan Partai Islam sayap kanan, Saad Rizvi. Pimpinan partai Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) itu sebelumnya menuntut agar Duta Besar Prancis diusir dari Pakistan yang berujung penangkapannya.

Dilansir AFP, Sabtu (20/11/2021) ratusan pendukung terlihat bersorak dan melempar kelopak bunga saat Saad Rizvi dibawa ke markas partai di Lahore.

Pembebasan Saad Rizvi dikonfirmasi AFP kepada juru bicara partainya dan polisi Lahore. TLP menyiarkan langsung perayaan di luar kantor pusatnya melalui siaran YouTube.

Selama beberapa tahun terakhir, TLP telah melakukan serangkaian protes yang mengganggu, terutama terkait dengan masalah penodaan agama di Pakistan yang mayoritas Muslim.

Rizvi ditangkap pada bulan April ketika kelompok itu dilarang oleh pihak berwenang.

Namun larangan itu dicabut pada 7 November ketika pemerintah mencapai kesepakatan dengan partai yang dikatakannya sebagai "kepentingan nasional", setelah tujuh petugas polisi tewas dalam unjuk rasa yang dimulai bulan lalu.

Keputusan itu dibuat setelah jaminan dari kelompok - yang memiliki tiga anggota di parlemen - bahwa mereka akan mematuhi hukum.

Ratusan pendukung TLP yang ditahan juga dibebaskan dari tahanan awal bulan ini sebagai bagian dari kesepakatan, dan Rizvi -- putra pendiri partai Khadim Hussain Rizvi -- diperkirakan akan dibebaskan minggu ini.

Sementara itu, peringatan satu tahun kematian Khadim Hussain Rizvi akan berlangsung pada hari Jumat.

TLP meluncurkan kampanye anti-Prancis setelah majalah satir yang berbasis di Paris Charlie Hebdo tahun lalu menerbitkan ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad -- sebuah tindakan yang dianggap menghujat oleh banyak Muslim.

Protes pada bulan April menyebabkan kedutaan Prancis mengeluarkan peringatan bagi semua warganya untuk meninggalkan Pakistan.

Putaran protes terakhir, yang menarik ribuan orang ke pawai yang dimulai di Lahore, mengakibatkan beberapa kota Pakistan menghadapi kemacetan dan menangguhkan beberapa layanan kereta api.

Lihat juga Video: Warga Pakistan Minta Taliban Berantas ISIS di Afghanistan

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)