Polisi Tembak Mati 5 Terduga Teroris Buntut Ledakan Bom di Ibu Kota Uganda

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 02:20 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Kampala -

Polisi Uganda menembak mati lima orang tersangka terduga teroris buntut kejadian ledakan bom bunuh diri di Ibu Kota Uganda, Kampala. Selain itu 21 orang lainnya juga ditangkap oleh pihak kepolisian setempat.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/11/2021), penembakan terhadap kelima terduga teroris itu imbas dari peristiwa ledakan bom bunuh diri kembar yang terjadi di Ibu Kota Kampala pada Selasa (16/11) yang lalu. Presiden Uganda, Yoweri Museveni pun bersumpah akan mengalahkan para teroris setelah insiden bom bunuh diri tersebut.

Serangan di Ibu Kota Kampala itu dilaporkan terjadi hanya berselang beberapa menit. Kedua pelaku yang menyamar sebagai pengemudi ojek 'boda boda' meledakkan sebuah alat diduga bom di dekat parlemen, lalu tak berselanng lama, pelaku ketiga menargetkan pos pemeriksaan di dekat kantor polisi pusat.

Pihak kepolisian Uganda mengatakan serangan itu perbuatan 'teroris domestik' yang terkait dengan Pasukan Demokrat Sekutu (ADF). ADF merupakan kelompok bersenjata yang aktif di Republik Demokratik Kongo timur yang dikaitkan Amerika Serikat dengan ISIS.

Juru bicara polisi, Fred Enanga, mengatakan pihaknya langsung mengambil tindakan setelah insiden maut tersebut. Hasilnyna, sebanyak 5 orang terduga teroris ditembak mati.

"Empat tersangka teroris di Ntoroko yang sedang menyeberang kembali ke DRC," kata Enanga.

"Orang kelima tewas di dekat Ibu Kota ketika dia mencoba melarikan diri dari penangkapan," kata Enanga, menambahkan bahwa mereka "bertanggung jawab atas kebangkitan kembali sel-sel teror di Kampala," lanjutnya.

Enanga menjelaskan peran kelima tersangka yang ditembak mati tersebut. "Para tersangka adalah operator, koordinator, penyandang dana kegiatan terorisme," imbuhnya.

(maa/maa)