Malaysia Berencana Buka Pintu untuk Turis Asing 1 Januari 2022

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 23:49 WIB
A man wearing a face mask walks along an empty road in front of the Twin Towers during the first day of Full Movement Control Order (MCO) in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, June 1, 2021. Malls and most businesses in Malaysia shuttered Tuesday as the country began its second near total coronavirus lockdown to tackle a worsening pandemic that has put its healthcare system on the verge of collapse. (AP Photo/Vincent Thian)
Menara Kembar Petronas di Malaysia (Foto: AP/Vincent Thian)
Kuala Lumpur -

Malaysia berencana membuka pintu perbatasan untuk pengunjung internasional pada 1 Januari 2022. Hal itu dilakukan untuk memulihkan sektor pariwisata Malaysia.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (11/11/2021), Ketua Dewan Pemulihan Nasional Malaysia (NRC), Muhyiddin Yasin mengatakan, Malaysia siap untuk membuka perbatasannya dengan pertimbangan tingkat vaksinasi COVID-19 yang tinggi.

"Dengan mempertimbangkan tingkat vaksinasi yang baik di negara ini, hari ini NRC telah memutuskan bahwa perbatasan negara harus dibuka untuk pengunjung internasional pada 1 Januari 2022," kata Muhyiddin.

Dia mengatakan NRC telah mencatat pemulihan ekonomi Malaysia yang sangat lambat, terutama di sektor pariwisata, karena tidak adanya pengunjung asing ke negara itu.

Sebagai informasi, Malaysia menutup semua perbatasan internasionalnya untuk pengunjung asing sejak tahun lalu akibat meningkatnya jumlah kasus COVID-19.

Muhyiddin mengatakan bahwa pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi penting bagi Malaysia.

Namun, mantan Perdana Menteri Malaysia itu mengatakan, langkah-langkah pengendalian infeksi seperti tes Covid-19 akan tetap dilakukan, dengan otoritas menentukan negara yang diizinkan masuk berdasarkan situasi Covid-19 di negara asal.

Muhyidding tidak menyatakan kapan tanggal pasti pintu perbatasan dibuka kembali akan diumumkan. Namun, dia mengatakan keputusan itu masih dirinci oleh badan-badan kesehatan dan keamanan.

Malaysia telah mencatat lebih dari 2,5 juta kasus COVID-19 sejak awal pandemi. Sembilan puluh lima persen populasi orang dewasa Malaysia sejauh ini telah divaksinasi lengkap.

Bulan lalu, pemerintah mengumumkan bahwa Langkawi di Kedah akan dibuka untuk turis internasional dalam travel bubble bebas karantina mulai 15 November.

RI-Malaysia Sepakat Lakukan TCA

Indonesia dan Malaysia sepakat melakukan travel corridor arrangement (TCA). WNI yang sudah divaksinasi akan diperbolehkan masuk Malaysia begitu juga sebaliknya.

Hal ini merupakan hasil pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri bin Yaakob beserta rombongannya di Istana Kepresidenan Bogor kemarin, Rabu 10 November 2021.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yakoob mengatakan, menteri terkait akan mengkaji secara detail masalah perjalanan tersebut, dengan kemungkinan jalur Kuala Lumpur-Jakarta, serta pulau wisata Bali, akan dibuka terlebih dahulu.

"Insyaallah, kami akan mempercepat dengan rincian dan membuat pernyataan bersama untuk mengumumkan pembukaan kembali perbatasan," ujarnya.

(mae/lir)