Surat Kabar Berbahasa Inggris Tertua di Lebanon Gulung Tikar

Mutia Safira - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 18:03 WIB
newspapers against plain background shot with very shallow depth of field
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/bernie_photo)
Jakarta -

Surat kabar berbahasa Inggris tertua di Lebanon memberhentikan seluruh stafnya setelah beroperasi sejak tahun 1952. Media itu menjadi korban terbaru dalam runtuhnya pers negara yang pernah berkembang pesat.

Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (2/11/2021), karyawan harian Daily Star telah mendapat pemberitahuan beberapa hari sebelumnya bahwa mereka semua diberhentikan mulai 31 Oktober tahun ini.

Surat kabar yang dimiliki keluarga mantan Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri tersebut, telah menghentikan edisi cetaknya pada awal tahun lalu dan berhenti memperbarui situs webnya dua minggu lalu.

Surat kabar tersebut tidak memberikan pernyataan apapun. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan telah mengakhiri masalah keuangan yang dialami bertahun-tahun, di mana gaji staf dibayarkan terlambat setiap bulannya.

Kerajaan media Hariri yang dulu berjaya telah runtuh dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu harian terkemuka di Lebanon, As-Safir, ditutup lima tahun lalu dan surat kabar bersejarah di negara itu, An-Nahar, saat ini berjuang keras untuk bisa terus bertahan.

Surat kabar The Daily Star didirikan pada tahun 1952 oleh Kamel Mroue, yang saat itu merupakan pemilik dan pemimpin redaksi surat kabar pan Arab, Al-Hayat. Namun, media itu pernah ditutup selama lebih dari satu dekade selama perang saudara yang terjadi pada tahun 1975-1990, sebelum kemudian kembali ke jajaran berita nasional pada tahun 1996.

(ita/ita)