Diam-diam, AS dan Korea Selatan Latihan Udara Gabungan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 16:53 WIB
U.S. Air Force F-16 fighter jets take part in a joint aerial drill exercise called Vigilant Ace between U.S. and South Korea, at the Osan Air Base in Pyeongtaek, South Korea, December 6, 2017.  REUTERS/Kim Hong-Ji     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi -- Latihan militer gabungan Korsel dan AS tahun 2017 lalu (dok. REUTERS/Kim Hong-Ji)
Seoul -

Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan udara gabungan pada awal pekan ini. Latihan gabungan ini digelar di tengah ketegangan akibat uji coba rudal terbaru Korea Utara (Korut) dan seruan dimulainya kembali perundingan denuklirisasi.

Seperti dilansir Reuters, Senin (1/11/2021), latihan gabungan itu diungkapkan seorang pejabat militer di Seoul, yang enggan disebut namanya.

Korsel dan AS yang saling bersekutu itu disebut telah memulai latihan gabungan tersebut, yang akan berlangsung selama lima hari, tanpa mengumumkannya secara resmi atau menyebut namanya ke publik.

Laporan kantor berita Yonhap News Agency menyebut sekitar 100 pesawat dikerahkan oleh masing-masing negara, termasuk jet tempur F-15K dan KF-16 milik Korsel dan jet tempur F-16 milik AS. Namun tidak ada perlengkapan militer maupun tentara dari AS yang ikut dalam latihan gabungan itu.

Juru bicara Angkatan Udara Korsel menolak untuk menanggapi laporan tersebut.

Latihan militer gabungan semacam itu, yang sebelumnya disebut sebagai 'Vigilant Ace', biasanya diikuti puluhan ribu tentara dan ratusan jet tempur mutakhir, pesawat pengebom dan pesawat-pesawat militer lainnya.

Namun program itu dikurangi sejak tahun 2017 untuk memfasilitasi perundingan yang bertujuan mengakhiri program nuklir dan rudal Korut, dengan imbalan pencabutan sanksi-sanksi AS.