ADVERTISEMENT

Tiru Arab Saudi-Bahrain, Kuwait Juga Usir Dubes Lebanon!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 18:43 WIB
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyerang Ibu Kota Yaman, Minggu (7/3) waktu setempat. Asap hitam membubung tinggi usai serangan udara dilancarkan.
ilustrasi perang di Yaman (Foto: AP Photo/Hani Mohammed)
Jakarta -

Pemerintah Kuwait menarik Duta Besarnya dari Beirut, Lebanon dan telah memberikan waktu 48 jam kepada Dubes Lebanon untuk meninggalkan negara itu.

"Kuwait menarik Duta Besar di Beirut, meminta perwakilan Lebanon untuk meninggalkan negara dalam 48 jam," kata Kementerian Luar Negeri Kuwait dalam sebuah pernyataan singkat yang disiarkan kantor berita resmi Kuwait, KUNA.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (30/10/2021), langkah Kuwait ini mengikuti Arab Saudi dan Bahrain yang membuat langkah serupa pada hari Jumat (29/10), setelah Menteri Informasi Lebanon George Kordahi mengkritik perang di Yaman, di mana koalisi militer pimpinan Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Kordahi mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran hanya "membela diri ... melawan agresi eksternal", dan menambahkan bahwa "rumah-rumah, desa-desa, pemakaman dan pernikahan dibom" oleh koalisi.

Wawancara tersebut direkam pada bulan Agustus lalu, tetapi ditayangkan pada hari Senin (25/10) lalu. Dalam wawancara itu, menteri Lebanon itu juga menyebut perang tujuh tahun di Yaman "sia-sia" dan mengatakan "saatnya untuk mengakhiri".

Pada hari Selasa (26/10), pemerintah Lebanon mengatakan bahwa pernyataan Kordahi "ditolak dan tidak mencerminkan posisi pemerintah". Disebutkan bahwa bahwa wawancara tersebut berlangsung sebelum Kordahi dipilih menjadi menteri pada bulan September.

Simak juga 'Jumlah Pejuang Hizbullah Diklaim Lebih Besar dari Pasukan Lebanon':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT