Polisi Periksa Ketua DPC PSI Buntut Kasus Keracunan 'Rice Box PSI' di Koja

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 23:46 WIB
ilustrasi wanita sakit perut
Foto Ilustrasi sakit perut akibat keracunan: iStock
Jakarta -

Polisi telah memeriksa ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Saiful Gultom. Pemeriksaan dilakukan terkait laporan 35 orang warga RW 06 Kelurahan Koja, Jakarta Utara (Jakut), keracunan usai memakan nasi kotak berlogo PSI.

"Sudah (diperiksa), Ketua DPC PSI Jakarta Saiful Gultom," kata Kapolsek Koja, AKBP Abdul Rasyid saat dihubungi detikcom, Rabu (27/10/2021).

Rasyid menuturkan pemeriksaan terhadap pihak PSI baru dilakukan kepada Saiful. Dia mengatakan polisi mengutamakan pengambilan keterangan dari para korban terlebih dahulu.

"Kalau dari PSI baru satu, karena kita konsen kepada korban dulu," tuturnya.

Selain Saiful Gultom, empat orang warga termasuk pemilik catering juga sudah dimintai keterangan. Dia mengungkapkan pemilik catering merupakan kader PSI sendiri.

"Sudah ada 4 orang warga yang kita ambil keterangan termasuk pemilik katering itu. Dari PSI sendiri yang ngasih yang masakin juga PSI, kadernya. Kadernya kan buka catering," ujarnya.

Polisi, kata Rasyid, sudah mengambil sampel makanan dalam nasi kotak saat peristiwa itu terjadi. Dia mengatakan tidak mencium adanya bau basi dari makanan tersebut saat pengambilan sampel.

"Kalau dari penglihatan nasi kotak itu memang pada saat malam itu kan kita ambil sebagai sampel dibawa ke lab, tapi bau-bau basi itu nggak ada," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rasyid mengatakan PSI mengaku telah melakukan kegiatan bagi-bagi makanan selama masa pandemi. Kegiatan itu disebut sudah berlangsung selama setahun di wilayah Jakarta.

"Intinya begitu kita tanya malamnya itu memang sudah setahun yang lalu pada saat masa pandemi itu dari PSI itu memberikan, bukan cuma di wilayah koja ya. Nah baru kejadian seperti ini dari PSI itu," ucapnya.

Seperti diketahui, sampel makanan dalam rice box alias nasi kotak tersebut telah diambil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sampel tersebut kini tengah diperiksa BPOM.