Round-Up

Prediksi Ngeri ISIS-K Bisa Hantam AS dalam 6 Bulan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 22:02 WIB
A member of the US-backed Syrian Democratic Forces removes an Islamic State group flag in the town of Tabqa, near Syrias Raqa, on April 30, 2017 (AFP Photo/DELIL SOULEIMAN)
Ilustrasi ISIS (Foto: AFP Photo/DELIL SOULEIMAN)
Washington -

Kelompok Islamic State of Iraq and Syria-Khorasan atau ISIS-K diprediksi bisa menghantam Amerika Serikat (AS) dalam 6 bulan. Prediksi mengerikan itu disampaikan oleh komunitas intelijen AS.

Dilansir dari Reuters, Rabu (27/10/2021), pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan, Colin Kahl, kepada Kongres AS pada Selasa (26/10) waktu setempat. Hal itu menjadi pengingat terbaru kalau kondisi Afghanistan masih memberi ancaman terhadap keamanan nasional AS.

Kondisi itu tetap terjadi bahkan setelah AS mengakhiri perang selama dua dekade di Afghanistan. Taliban, yang kini menguasai Afghanistan, merupakan musuh ISIS-K.

Pemerintahan Taliban diketahui berupaya menegakkan hukum dan ketertiban setelah wilayah Afghanistan dilanda rentetan serangan bom bunuh diri dan serangan lainnya. Berbagai serangan itu diklaim oleh ISIS-K.

Serangan ISIS-K mencakup pengeboman yang menargetkan warga minoritas Syiah. ISIS-K juga disebut melakukan pemenggalan anggota milisi Taliban di kota Jalalabad.

Kahl mengatakan belum ada kejelasan apakah Taliban memiliki kemampuan untuk memerangi ISIS-K secara efektif. Dia meragukan kemampuan Afghanistan usai AS angkat kaki dari negara itu pada Agustus lalu. AS diketahui memerangi Taliban sekaligus ISIS dan Al-Qaeda di Afghanistan.

"Ini adalah penilaian kami bahwa Taliban dan ISIS-K merupakan musuh bebuyutan. Jadi Taliban sangat termotivasi untuk mengejar ISIS-K. Kemampuan mereka untuk melakukan hal itu, saya pikir, masih harus dicari tahu," ucap Kahl.

Dia juga memperkirakan bahwa ISIS-K memiliki 'beberapa ribu kader' petempur di Afghanistan.

AS Ragu Meski Taliban Klaim Bisa Atasi ISIS-K

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Luar Negeri Pemerintahan Taliban, Amir Khan Muttaqi, menegaskan ancaman ISIS-K akan diatasi. Dia menyatakan Afghanistan tidak akan menjadi basis serangan terhadap negara-negara lain.

Meski demikian, Kahl menyebut Al-Qaeda di Afghanistan tetap memberikan persoalan yang lebih kompleks. Hal itu mengingat kaitan Al-Qaeda dengan Taliban.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Warga Pakistan Minta Taliban Berantas ISIS di Afghanistan

[Gambas:Video 20detik]