Janji Taliban Usai Tragedi Bom Masjid Afghanistan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 09:53 WIB
People view the damage inside of a mosque following a bombing in Kunduz, province northern Afghanistan, Friday, Oct. 8, 2021. A powerful explosion in the mosque frequented by a Muslim religious minority in northern Afghanistan on Friday has left several casualties, witnesses and the Talibans spokesman said. (AP Photo/Abdullah Sahil)
Ilustrasi -- masjid Syiah pasca bom bunuh diri ISIS-K di Afghanistan (Foto: AP Photo/Abdullah Sahi)
Jakarta -

Taliban berjanji untuk meningkatkan keamanan di masjid-masjid Syiah. Janji ini disampaikan saat ratusan orang berkumpul untuk menguburkan para korban serangan bunuh diri kedua yang dilakukan Kelompok militan Islamic State-Khorasan (ISIS-K) terhadap jemaah beberapa hari lalu.

Kelompok ISIS pun mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di masjid Fatima, kota Kandahar. Disebutkan ada pembom bunuh diri ISIS-K yang melakukan penembakan ke dalam masjid sebelum meledakkan diri di antara para jemaah saat sedang menunaikan salat Jumat.

Seorang pejabat kesehatan mengatakan jumlah korban dari serangan itu mencapai 41 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka. Namun jumlah tersebut bisa meningkat lebih lanjut.

"Beberapa dari yang terluka berada dalam kondisi kritis dan kami berusaha untuk memindahkan mereka ke Kabul," katanya, seperti dilansir Reuters, Minggu (17/10/2021).

Pada Sabtu (16/10) lalu, masyarakat berkumpul untuk untuk menguburkan para korban di sebuah kuburan massal di kota Kandahar.

Kepala Polisi Kandahar mengatakan pihaknya akan mengerahkan pasukan untuk melindungi masjid-masjid Syiah yang selama ini dijaga oleh pasukan sukarelawan setempat dengan izin khusus untuk membawa senjata.

"Sayangnya mereka tidak dapat melindungi daerah ini dan di masa depan kami akan menugaskan penjaga keamanan khusus untuk melindungi masjid dan Madrasah," katanya dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter oleh juru bicara Taliban.

Serangan terhadap masjid Fatima, masjid Syiah terbesar di Kandahar, juga dikenal sebagai masjid Imam Bargah, terjadi seminggu setelah serangan serupa di sebuah masjid di kota Kunduz, Afghanistan utara, yang menewaskan sebanyak 80 orang.

Serangan terhadap masjid-masjid Syiah dan sasaran-sasaran yang terkait dengan etnis minoritas Hazara, yang merupakan kelompok Syiah terbesar di Afghanistan, kerap terjadi sebenarnya. Namun sejak Taliban menguasai Afghanistan, serangan terus berlanjut. Merusak klaim Taliban bahwa kelompok itu akan membawa perdamaian ke Afghanistan setelah beberapa dekade terjadi perang.

Sejak pengambilalihan itu, ISIS telah melakukan puluhan operasi, dari serangan skala kecil terhadap target Taliban hingga operasi skala besar seperti bom bunuh diri hari Jumat, yang menewaskan sejumlah warga sipil.

Simak Video: Penampakan Kuburan Massal 63 Korban Bom Masjid di Afghanistan

[Gambas:Video 20detik]



(izt/gbr)