ISIS-K Klaim Serang Jaringan Listrik di Kabul hingga Gelap Gulita

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 09:05 WIB
A Taliban fighter uses a flashlight to wake up a drug user detained during a police raid in Kabul, Afghanistan, Friday, Oct. 1, 2021. Now the uncontested rulers of Afghanistan, the Taliban have set their sights on stamping out the scourge of narcotics addiction, even if by force. (AP Photo/Felipe Dana)
Ilustrasi (dok. AP/Felipe Dana)
Kabul -

Kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria-Khorasan (ISIS-K) mengklaim para militannya mendalangi ledakan yang memutuskan aliran listrik dan membuat ibu kota Kabul di Afghanistan gelap gulita.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (23/10/2021), padamnya aliran listrik ke Kabul sejak Kamis (21/10) waktu setempat menjadi tamparan terbaru bagi upaya pemerintahan Taliban dalam menjaga stabilisasi di Afghanistan sekitar dua bulan usai mereka berkuasa kembali.

Dalam pernyataan via channel Telegram mereka, ISIS-K mengklaim militannya telah melancarkan serangan untuk merusak sektor jaringan listrik di Kabul, pekan ini.

"Tentara kekhalifahan meledakkan bom pada pylon (menara daya) listrik di Kabul," klaim ISIS-K dalam pernyataannya.

Ledakan itu mengenai saluran tegangan tinggi yang memasok listrik impor ke Kabul dan beberapa provinsi lainnya di Afghanistan.

Afghanistan diketahui sangat bergantung pada aliran listrik yang diimpor dari negara-negara tetangganya seperti Uzbekistan dan Tajikistan, yang menjadikan aliran listrik lintas negara menjadi target utama pemberontak.

Perusahaan listrik Afghanistan, Breshna, sebelumnya menyebut ledakan menghantam pylon listrik di area Qala Murad Beg, Kabul, hingga memutus jaringan listrik impor dengan daya 220 kV. Dampak ledakan itu, sebut Breshna, aliran listrik ke Kabul dan beberapa provinsi lainnya terputus.

Lihat juga Video: Penampakan Kuburan Massal 63 Korban Bom Masjid di Afghanistan

[Gambas:Video 20detik]