Taliban Bentuk Pasukan Bersenjata Baru untuk Afghanistan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 09:04 WIB
Sejumlah pasukan Taliban berjaga di area sekitar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul. Mereka bersiaga di kawasan itu usai AS tinggalkan Afghanistan.
Ilustrasi -- Pasukan bersenjata Taliban saat menduduki bandara Kabul usai penarikan tentara AS (dok. AP Photo/Kathy Gannon)
Kabul -

Pemerintahan Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan mengumumkan pembentukan pasukan bersenjata baru untuk negara tersebut. Pasukan terbaru ini akan menyertakan tentara-tentara dari rezim sebelumnya.

Seperti dilansir Arab News, Selasa (26/10/2021), militer dan pemerintahan Afghanistan yang didukung Barat kolaps pada 15 Agustus lalu ketika Presiden Ashraf Ghani kabur ke luar negeri saat Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul.

Pada akhir Agustus, Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya kemudian menarik pasukan mereka setelah misi selama 20 tahun terakhir di Afghanistan. Pada September lalu, Taliban membentuk pemerintahan interim untuk memimpin Afghanistan, sembari menyatakan negara itu sebagai Emirat Islam.

Menteri Pertahanan Mullah Mohammed Yaqoob -- yang merupakan anak pendiri Taliban, Mullah Omar -- mengumumkan pembentukan pasukan bersenjata baru pada Minggu (24/10) waktu setempat, melalui pesan audio yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan.

Disebutkan Mohammed Yaqoob dalam pesannya bahwa Kementerian Pertahanan berniat membentuk tentara nasional dan independen, dengan kemampuan darat dan udara untuk 'membela negara dengan nilai-nilai tinggi' dan akan berupaya untuk memperlengkapi mereka dengan persenjataan modern.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, secara terpisah menjelaskan rencana pembentukan pasukan bersenjata baru untuk Afghanistan itu.

"Tentara adalah kebutuhan prioritas dan mendesak negara ini. Emirat Islam akan berupaya membentuk tentara yang diberdayakan yang akan bertanggung jawab untuk melindungi warga Afghanistan dan akan memiliki kemampuan untuk menjaga perdamaian Afghanistan dengan cara apapun," tegas Zabihullah Mujahid kepada Arab News.

Tonton Video: Sejumlah Kritikan Perempuan Afghanistan ke Taliban

[Gambas:Video 20detik]