International Updates

Singapura Terancam Kewalahan Gegara Corona, Taliban Kerja Sama dengan China

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 16:34 WIB
Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari terakhir. Ratusan orang terinfeksi dari klaster perkantoran hingga asrama.
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pejabat pemerintah Singapura mengingatkan bahwa sistem perawatan kesehatan di negara itu berisiko "kewalahan" akibat lonjakan kasus infeksi virus Corona.

Sebelumnya pada Rabu (20/10), Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 18 kematian dalam sehari -- jumlah kematian tertinggi Singapura dalam satu hari -- dan 3.862 kasus baru COVID-19, hanya sedikit dari rekor 3.994 kasus sehari sebelumnya.

"Pada situasi saat ini, kita menghadapi risiko besar sistem perawatan kesehatan yang kewalahan," kata Lawrence Wong, salah satu ketua gugus tugas pemerintah melawan COVID-19, sebelum angka baru tersebut dirilis, seperti diberitakan AFP, Kamis (21/10/2021).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (21/10/2021):

- Berang, Korut Tuduh AS Standar Ganda Soal Uji Coba Rudal Balistik

Pemerintah Korea Utara (Korut) berang dan menuduh Amerika Serikat melakukan "standar ganda" atas pengujian senjata. Hal ini dilaporkan media pemerintah Korut setelah sidang darurat Dewan Keamanan PBB mengenai masalah tersebut.

Pyongyang menembakkan jenis baru rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) pada hari Selasa (19/10) waktu setempat. Uji coba itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian tes rudal dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini mendorong pemerintah AS dan Inggris untuk mengadakan pertemuan diplomatik di New York.

Namun, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Korea Utara mengatakan bahwa uji coba itu tidak ditujukan ke Amerika Serikat dan dilakukan "semata-mata untuk pertahanan negara".

"Jadi tidak perlu bagi AS untuk khawatir atau menyusahkan diri sendiri atas uji tembak itu," kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/10/2021).

- Corona Global Menurun Tapi Justru Naik Terus di Eropa, Ini Penyebabnya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kasus COVID-19 di Eropa telah meningkat selama tiga minggu berturut-turut. Badan kesehatan PBB itu pun menyerukan kehati-hatian seiring aktivitas kerja, perjalanan dan rekreasi kembali normal.

Seperti diberitakan CNBC.com, Kamis (21/10/2021), Eropa adalah satu-satunya wilayah di antara enam wilayah negara anggota WHO di mana kasus COVID-19 meningkat, demikian ditulis para peneliti dalam pembaruan epidemiologi WHO yang diterbitkan Selasa (19/1) waktu setempat. Ada lebih dari 1,3 juta kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan di seluruh benua itu selama sepekan yang berakhir Minggu (17/10) lalu, melonjak 7% dari tujuh hari sebelumnya.

"Itu tiga minggu peningkatan progresif," kata Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat kesehatan WHO, dalam tanya jawab yang disiarkan di saluran media sosial WHO.

"Jadi, sementara kurva global secara keseluruhan terlihat seperti sedang menurun, Eropa telah naik tiga minggu berturut-turut," imbuhnya.

- India Sudah Berikan 1 Miliar Dosis Vaksin COVID-19 untuk Warganya

Otoritas India telah memberikan satu miliar dosis vaksin COVID-19 untuk warganya terhitung hingga Kamis (21/10) ini.

Demikian diumumkan Kementerian Kesehatan India, setengah tahun setelah lonjakan besar-besaran kasus infeksi virus Corona yang membuat sistem kesehatan hampir kolaps.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/10/2021), menurut pemerintah India, sekitar tiga perempat orang dewasa di negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu telah mendapat dosis pertama dan sekitar 30 persennya sudah divaksinasi lengkap atau mendapatkan dua dosis.

Simak video 'Sinovac Jadi Incaran Warga Singapura untuk Vaksinasi Booster':

[Gambas:Video 20detik]