Presiden Brasil Terancam Didakwa Pembunuhan Massal terkait Pandemi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 15:32 WIB
Brazils President Jair Bolsonaro attends a ceremony on the National Day of People with Disabilities, at the Planalto presidential palace, in Brasilia, Brazil, Monday, Sept. 27, 2021. (AP Photo/Eraldo Peres)
Jair Bolsonaro (dok. AP Photo/Eraldo Peres)
Brasilia -

Para Senator Brasil yang memimpin penyelidikan terhadap penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) merekomendasikan agar Presiden Jair Bolsonaro didakwa atas pembunuhan massal terkait dugaan kesalahan penanganan Corona yang menyebabkan kematian ribuan orang.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Rabu (20/10/2021), Bolsonaro menolak penyelidikan itu dengan menyebutnya didasari motif politik. Diketahui bahwa kecil kemungkinan Bolsonaro akan menghadapi persidangan untuk dakwaan semacam itu, yang harus diajukan oleh Jaksa Agung Brasil yang ditunjuk Bolsonaro.

Rekomendasi itu terungkap dalam dokumen setebal 1.200 halaman yang dipersiapkan Senator Renan Calheiros dari oposisi pemerintah Brasil untuk komisi Senat yang menyelidiki Bolsonaro. Disebutkan dokumen itu bahwa Bolsonaro menolak peluang awal untuk mendapatkan vaksin dan menunda program vaksinasi.

Dokumen itu juga menyebut Bolsonaro dipandu oleh 'kepercayaan tak beralasan soal teori herd immunity oleh penularan alami dan keberadaan pengobatan'.

"Tanpa vaksin, kematian akan sangat tinggi, seperti yang terjadi kini," sebut dokumen Senat Brasil tersebut.

Disebutkan juga dalam dokumen itu bahwa pendekatan 'sembrono' pemerintah Brasil terhadap pandemi telah mengekspose warga Brasil terhadap 'risiko nyata penularan massal'. Poin lainnya menyoroti dugaan 'niat untuk mengimunisasi populasi melalui kontaminasi alami'.

"Dengan perilaku ini, pemerintah federal, yang memiliki kewajiban hukum untuk bertindak, menyetujui kematian warga Brasil," sebut kutipan dokumen itu.