Coba Perkosa PRT Indonesia, Lansia Singapura Dibui 12,5 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 17:49 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi (dok. Thinkstock)
Singapura -

Seorang pria lanjut usia (lansia) di Singapura diadili atas percobaan pemerkosaan terhadap seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia. Percobaan pemerkosaan itu dilaporkan terjadi sebanyak dua kali.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (18/10/2021), pria berusia 68 tahun itu mengaku bersalah atas satu dakwaan percobaan pemerkosaan dan satu dakwaan penyerangan seksual dengan penetrasi. Enam dakwaan serupa lainnya menjadi pertimbangan dalam penjatuhan vonis.

Hakim Singapura menjatuhkan vonis 12 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa dalam sidang putusan pada Senin (18/10) waktu setempat. Identitas terdakwa tidak bisa diungkap ke publik untuk melindungi identitas pelaku. Korban disebutkan sebagai seorang wanita Indonesia berusia 27 tahun.

Korban disebut pertama bekerja untuk istri terdakwa sejak 9 Mei 2019. Dia bertugas melakukan pekerjaan rumah tangga dan mengasih cucu majikannya setelah dititipkan di apartemen majikannya oleh orangtuanya.

Tindak percobaan pemerkosaan itu terjadi saat terdakwa sendirian di rumah bersama korban. Terdakwa merupakan seorang pengangguran, sedangkan istrinya bekerja selama enam hari dalam seminggu, yang membuat si terdakwa sering sendirian di rumah dengan korban.

Diungkapkan dalam persidangan bahwa pada Juni 2019, terdakwa berupaya memperkosa korban untuk pertama kalinya, tapi gagal karena mengalami disfungsi ereksi. Korban memutuskan diam karena berharap kejadian itu hanya sekali saja dan dia membutuhkan uang untuk mendukung keluarganya di Indonesia.

Korban kemudian selalu mengunci kamarnya, namun terdakwa tetap melakukan tindak penyerangan seksual terhadap korban sebanyak lima kali dalam sebulan. Salah satunya ketika terdakwa mengambil kunci cadangan dan diam-diam masuk ke kamar korban saat korban sedang tidur. Dia kembali berusaha memperkosa korban untuk kedua kalinya dan gagal kembali.