Wanita Singapura Mengaku Bersalah Cekik PRT Indonesia

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 16:25 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Ilustrasi (dok. detikcom/Fuad Hashim)

Disebutkan dalam persidangan bahwa terdakwa mengomeli korban, menampar wajahnya dan menendang kakinya hingga korban jatuh ke belakang. Terdakwa juga menjambak rambut korban dan membenturkan kepalanya ke tembok beberapa kali.

Tidak hanya itu, terdakwa kemudian mencekik korban dengan handuk yang digulung dan dililitkan ke leher korban. Aksi keji ini dilakukan hingga korban sesak napas dan menangis, sebelum terdakwa melepaskan korban pada akhirnya.

Tidak tahan dengan perlakuan kasar majikannya, korban memutuskan kabur dengan memanjat jendela di dapur dan turun satu lantai di bawanya. Seseorang yang melintas melihat korban tampak putus asa dan melapor ke polisi. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit setelah mengeluhkan sakit di rusuk dan kepalanya.

Pemeriksaan lanjutan mendapati korban mengalami banyak luka memar, juga luka gores di telinga, dahi dan lengannya.

Setelah korban kabur dari rumah, terdakwa melampiaskan kekesalannya pada putrinya yang berusia 9 tahun. Terdakwa menyulutkan bagian ujung korek api yang masih panas ke lengan putrinya yang menolak membersihkan lantai karena ingin belajar untuk ujian.

Hasil pemeriksaan psikiater menunjukkan terdakwa mengalami gangguan depresi berat dengan gangguan psikotik dan menderita gangguan obsesif-kompulsif.

Hakim meminta waktu untuk mengkaji tuntutan yang diajukan jaksa dan akan mengumumkan putusannya pada sidang berikutnya, yang tanggalnya belum diumumkan.


(nvc/ita)