Serangan Bom Mobil saat Konvoi Gubernur Aden Yaman Lewat, 6 Orang Tewas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 00:30 WIB
Aden -

Sebuah bom mobil yang menargetkan konvoi Gubernur meledak di kota pelabuhan selatan, Aden, Yaman. Sumber keamanan mengatakan sebanyak 6 orang dilaporkan tewas.

Dilansir Reuters dan AFP, Minggu (10/10/2021) sumber keamanan mengatakan Gubernur Ahmed Lamlas dan Menteri Pertanian, Salem al-Suqatri selamat dari ledakan itu. Bom mobil itu meledak saat konvoi mereka lewat itu.

Seorang saksi Reuters melihat dua mayat hangus di tempat kejadian saat bom meledak pada Minggu waktu setempat itu.

"Sebuah bom mobil... di Jalan Al-Mualla meledak saat konvoi pejabat... lewat," kata seorang sumber keamanan Yaman kepada AFP, seraya menambahkan bahwa para korban berada di dalam konvoi.

Sumber itu mengatakan lima anggota rombongan tewas dan 11 lainnya, tiga di antaranya warga sipil, terluka dalam serangan itu. Satu orang kemudian meninggal setelah dirawat, sehingga jumlah korban tewas menjadi enam.

Kantor berita resmi Saba melaporkan bahwa Perdana Menteri Maeen Abdulmalek Saeed telah menyerukan penyelidikan atas serangan "teroris dan pengecut" yang terjadi pada hari Minggu itu.

Presiden Abedrabbo Mansour Hadi menyebut serangan itu sebagai "operasi teroris". Hadi telah memerintahkan semua badan keamanan dan militer untuk "mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan stabilitas,".

Diketahui, Lamlas adalah sekretaris jenderal Dewan Transisi Selatan (STC), sebuah kelompok separatis utama yang bersaing dengan pemerintah dukungan Saudi untuk menguasai Aden. Serta wilayah selatan Yaman yang lebih luas.

Selain itu, Suqatri juga merupakan anggota STC yang didukung Uni Emirat Arab. Mereka juga terlihat pertikaian di antara jajarannya.

Pemerintah dan STC adalah sekutu nominal di bawah koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk memerangi gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran. Ketidakstabilan di selatan mempersulit upaya perdamaian yang dipimpin PBB.

Aliansi militer melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 beberapa bulan setelah Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dari ibu kota Sanaa.

Pemerintah berbasis di selatan sementara Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara.

(lir/lir)