Picu Kemarahan, Putusan Yahudi Boleh Berdoa di Kompleks Al-Aqsa Dibatalkan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 09:26 WIB
Terbang di langit Palestina, terlihat jelas kompleks suci yang disebut Al Haram Asy-Syarif. Di tempat tersebut terdapat dua tempat suci yang penamaannya sering tertukar: Masjid Al Aqsa dan Kubah Shakhrakh atau Dome of Rock.
Ilustrasi -- Kompleks Masjid Al-Aqsa (dok. Getty Images/David Silverman)

Pada Jumat (8/10) waktu setempat, seorang hakim lainnya pada Pengadilan Distrik Yerusalem, Aryeh Romanoff, memutuskan untuk menegakkan kembali larangan umat Yahudi berdoa di dalam kompleks Al-Aqsa, dengan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah bertindak secara beralasan.

"Fakta bahwa ada seseorang yang mengamati (rabbi Lippo) berdoa adalah fakta bahwa doanya terang-terangan," sebut hakim Romanoff dalam putusannya.

"Saya mengembalikan keputusan komandan kepolisian (Israel)," tegasnya.

Tidak ada aturan hukum Israel yang melarang umat Yahudi berdoa di kompleks Al-Aqsa. Namun sejak tahun 1967 silam, ketika Israel mencaplok Yerusalem Timur, otoritas Israel melarang umat Yahudi berdoa di kompleks suci itu untuk mencegah ketegangan.

Dalam pernyataan pada Jumat (8/10) waktu setempat, yang mendukung larangan yang ditetapkan kepolisian, Menteri Keamanan Publik Israel, Omer Bar-Lev, memperingatkan bahwa perubahan dalam status quo di kompleks suci itu akan 'membahayakan perdamaian umum'.


(nvc/idh)