Dunia Islam Tolak Putusan Umat Yahudi Boleh Berdoa di Kompleks Al-Aqsa

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 14:47 WIB
Terbang di langit Palestina, terlihat jelas kompleks suci yang disebut Al Haram Asy-Syarif. Di tempat tersebut terdapat dua tempat suci yang penamaannya sering tertukar: Masjid Al Aqsa dan Kubah Shakhrakh atau Dome of Rock.
Ilustrasi -- Kompleks Masjid Al-Aqsa (dok. Getty Images/David Silverman)
Yerusalem -

Kecaman mengalir dari para pemimpin Muslim dan negara-negara mayoritas Muslim terhadap putusan hakim Israel yang memperbolehkan umat Yahudi berdoa dengan hening di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Direktur Masjid Al-Aqsa menyebut putusan itu melanggar kesucian Al-Aqsa.

Seperti dilansir AFP, Jumat (8/10/2021), putusan itu dijatuhkan oleh hakim Pengadilan Yerusalem, Bilhha Yahalom, merespons petisi yang diajukan seorang rabbi Israel bernama Aryeh Lippo, yang pada 29 September lalu dijatuhi sanksi dilarang memasuki kompleks suci itu selama dua pekan setelah kedapatan berdoa di sana.

Putusan hakim Yahalom itu secara sempit memfokuskan pada mencabut larangan Rabbi Lippo untuk berdoa di kompleks Al-Aqsa.

Tidak ada aturan hukum Israel yang melarang umat Yahudi berdoa di kompleks Al-Aqsa, yang disebut sebagai Temple Mount oleh umat Yahudi, yang merujuk pada dua kuil yang disebut berdiri di sana sejak zaman kuno. Namun sejak tahun 1967 silam, ketika Israel mencaplok Yerusalem Timur, otoritas Israel melarang umat Yahudi berdoa di kompleks suci itu untuk menghindari ketegangan.

Dewan Wakaf Islam yang mengelola kompleks suci bagi umat Islam itu menyebut putusan hakim Yahalom sebagai 'provokasi'. Sementara Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammed Shtayyeh, memperingatkan Israel agar tidak melakukan langkah apapun untuk menegakkan putusan itu.

Para pemimpin Muslim juga kompak mengecam putusan tersebut. "Doa-doa (umat Yahudi) ini merupakan provokasi dan pelanggaran kesucian Al-Aqsa," tegas Direktur Masjid Al-Aqsa, Sheikh Omar al-Kiswani, kepada AFP.

"Putusan ini juga tidak memiliki legitimasi karena kami tidak mengakui hukum Israel soal Al-Aqsa," ucapnya.

Lihat juga video 'Ribuan Umat Yahudi di Israel Tumpah Ruah Rayakan Festival Lag BaOmer':

[Gambas:Video 20detik]