Varian Delta Mengganas, Selandia Baru Tinggalkan Strategi Nol Corona

Mutia Safira - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 17:07 WIB
PM Selandia Baru Jacinda Ardern (AFP Photo)
PM Selandia Baru Jacinda Ardern (AFP Photo)

Namun Ardern mengingatkan bahwa masih penting untuk mempertahankan kontrol yang ketat tanpa melupakan perlunya "mengatasi dan mengendalikan virus sebisa mungkin, sementara kita melakukan transisi dari tempat di mana kita hanya menggunakan pembatasan ketat ke tempat di mana kita menggunakan vaksin dalam langkah kesehatan masyarakat sehari-hari."

Mengapa Strategi Nol Corona Tak Berhasil?

Ini menjadi momen pertama Selandia Baru mengisyaratkan pergeseran dari strategi nol Corona untuk pertama kalinya. Selandia Baru menyusul langkah negara tetangganya, Australia, yang lebih dulu meninggalkan strategi nol Corona pada awal September lalu dan bergeser ke pendekatan 'belajar hidup' dengan virus.

Seperti Selandia Baru, Australia beralih strategi setelah memberlakukan lockdown ketat di Melbourne. Pada saat itu, Premier negara bagian Victoria, Daniel Andrews, menjelaskan bahwa "kita telah mengerahkan segalanya untuk ini, tetapi sekarang jelas bagi kita bahwa kita tidak akan menurunkan angka-angka ini, angkanya malah naik."

Perubahan strategi tidak mengejutkan para ahli karena varian Delta telah menunjukkan pendekatan semacam itu adalah sia-sia.

"Tidak mengherankan bahwa Selandia Baru telah meninggalkan strategi 'nol COVID'- varian Delta yang sangat menular telah mengubah permainan dan berarti bahwa strategi eliminasi tidak lagi dapat dilakukan," sebut Lawrence Young, ahli virus dan profesor molecular oncology di Universitas Warwick, kepada CNBC.

"Itu tidak berarti bahwa pendekatan tegas Selandia Baru dan Australia dalam menghadapi pandemi -- pembatasan perbatasan yang ketat, karantina dan pelacakan kontak yang kuat -- tidak efektif, tetapi pembatasan ketat yang terus berlanjut akan merusak individu dan masyarakat," tambahnya.

Lebih lanjut dia menyebut kebijakan nol COVID akan lebih sulit ketika seluruh dunia mulai terbuka, namun dia memperingatkan bahwa orang-orang harus tetap waspada. "Kita perlu menghentikan penyebaran dan mutasi virus dengan melakukan segala yang kita bisa untuk mendukung peluncuran vaksin secara global," cetusnya.


(nvc/nvc)