Duterte Umumkan Batal Maju Cawapres, Kematian Corona di Dunia Tembus 5 Juta

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 17:13 WIB
In this March 30, 2020, photo provided by the Malacanang Presidential Photographers Division, Philippine President Rodrigo Duterte smiles as he addresses the nation during a live broadcast in Malacanang, Manila, Philippines. Duterte is on quarantine for more than a week after meeting with officials who have been exposed to people infected with the coronavirus. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (King Rodriguez, Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Presiden Rodrigo Duterte (Foto: King Rodriguez, Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Jakarta -

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan pengumuman mengejutkan. Dia mengatakan bahwa dia tidak akan mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada pemilihan umum tahun 2022 dan akan pensiun dari politik.

Hal ini berpotensi membuka jalan bagi putrinya untuk memperebutkan jabatan tertinggi di negara itu.

"Sentimen yang luar biasa dari orang-orang Filipina adalah bahwa saya tidak memenuhi syarat dan merupakan pelanggaran konstitusi untuk menghindari hukum, semangat konstitusi jika mencalonkan diri sebagai wakil presiden," kata Duterte seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (2/10/2021).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (2/10/2021):

- Kematian Akibat Virus Corona di AS Tembus 700 Ribu!

Jumlah kematian akibat COVID-19 di Amerika Serikat kini telah melampaui 700.000 pada hari Jumat (1/10) waktu setempat. Angka ini kira-kira setara dengan populasi ibu kota negara itu, Washington, DC.

Demikian data terbaru dari penghitungan yang dilakukan Universitas Johns Hopkins, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/10/2021).

Angka ini muncul di saat sekitar 55,7 persen populasi sekarang telah divaksinasi penuh atau mendapat dua dosis vaksin, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Setelah tanggapan awal yang sangat dikritik terhadap pandemi, Amerika Serikat kemudian berubah dengan melakukan peluncuran vaksin paling efektif di dunia.

- Tunangan Khashoggi Tagih Janji Biden untuk Minta Pertanggungjawaban Saudi

Tunangan mendiang jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi menagih komitmen Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk meminta pertanggungjawaban kerajaan Arab Saudi atas pembunuhan brutal wartawan kawakan itu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/10/2021), menandai peringatan tiga tahun kematian Khashoggi, Hatice Cengiz melakukan perjalanan ke Washington untuk demonstrasi di luar kedutaan Saudi dan mengikuti acara penyalaan lilin di dekat gedung Capitol.

Perempuan itu menyuarakan kekecewaan karena beberapa hari sebelum peringatan kematian Khashoggi, penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, bertemu dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman yang menurut intelijen AS memerintahkan pembunuhan itu.

- Varian Delta Mendominasi, Kematian Corona di Dunia Tembus 5 Juta

Kematian terkait COVID-19 di seluruh dunia telah melampaui lima juta pada Jumat (1/10) malam waktu setempat.

Angka ini berdasarkan penghitungan yang dilakukan media Reuters di tengah penyebaran varian Delta yang sangat menular dan mendominasi dunia. Varian Delta telah mengekspos perbedaan yang luas dalam tingkat vaksinasi antara negara-negara kaya dan miskin, dan akibat dari keraguan akan vaksin di beberapa negara Barat.