Penerjemah Afghanistan yang Bekerja untuk Belanda Dipanggil Taliban

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 13:30 WIB
Taliban akan kembali berlakukan hukuman potong tangan untuk pencuri. Meski dikritik publik, Taliban pastikan hukuman itu akan diterapkan lagi di Afghanistan.
kelompok Taliban (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Para penerjemah Afghanistan yang bekerja untuk Belanda telah dipanggil oleh Taliban untuk hadir di pengadilan. Taliban dilaporkan telah mengancam keluarga mereka.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/10/2021), para penerjemah tersebut tengah bersembunyi, tetapi anggota keluarga mereka akan bertanggung jawab jika mereka tidak muncul di pengadilan "dan dihukum berat untuk memberi pelajaran kepada pengkhianat lain," demikian sebuah surat dari Taliban, yang disiarkan oleh televisi publik Belanda, NOS pada hari Jumat (1/10) waktu setempat.

NOS mengatakan penerima surat yang bekerja untuk badan Uni Eropa, Europol di Afghanistan, dituduh menerima "uang terlarang dan tak terhormat" dari orang asing.

"Kami akan membalas dendam. Jika kami tidak dapat menangkap Anda, kami akan menyelesaikan masalah dengan orang-orang terdekat Anda," demikian bunyi surat lainnya kepada seorang penerjemah yang dituduh Taliban bertanggung jawab atas kematian beberapa anggota mereka.

Menurut NOS, semua indikasi menunjukkan bahwa surat-surat itu, yang memiliki segel resmi, dikirim oleh Taliban.

NOS mengatakan pihaknya telah menghubungi sekitar 10 penerjemah atau orang-orang yang pernah bekerja untuk Belanda, dan semuanya mengatakan situasi mereka semakin sulit.

Sebelumnya pada bulan Juni lalu, Taliban mendesak para penerjemah yang telah bekerja untuk pasukan asing agar bertobat. Namun, Taliban juga mendesak mereka untuk tetap tinggal di Afghanistan setelah penarikan pasukan asing dan meyakinkan mereka bahwa mereka tidak akan dalam bahaya.

Tepat setelah mengambil alih kekuasaan, Taliban mengumumkan amnesti umum bagi para pejabat pemerintah dan militer Afghanistan.

Namun, terlepas dari janji mereka untuk tidak membalas dendam, sebuah laporan rahasia PBB mengatakan bahwa Taliban melacak orang-orang yang bekerja dengan pasukan asing.

Lihat Video: Serukan Hak Pendidikan, Aksi Protes Wanita Dibubarkan Taliban

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)