Tembakkan Rudal Lagi, Korut Bersikeras Punya Hak Uji Senjata

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 16:09 WIB
People watch a TV showing a file image of North Koreas missile launch during a news program at the Seoul Railway Station in Seoul, South Korea, Tuesday, Sept. 28, 2021. North Korea on Tuesday fired a suspected ballistic missile into the sea, Seoul and Tokyo officials said, the latest in a series of weapons tests by Pyongyang that raised questions about the sincerity of its recent offer for talks with South Korea. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Ilustrasi -- Warga Korsel di sebuah stasiun kereta di Seoul menyaksikan tayangan berita soal peluncuran rudal Korut ( Foto: AP Photo/Ahn Young-joon)
Jakarta -

Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir kembali menembakkan rudal jarak pendek ke laut pada hari Selasa (28/9) ini. Tak lama setelah peluncuran rudal itu, Duta Besar (Dubes) Korut untuk PBB bersikeras bahwa negara tersebut memiliki hak yang tidak dapat disangkal untuk menguji senjatanya.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan, proyektil itu ditembakkan dari provinsi Jagang ke perairan lepas pantai timur. Juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan kepada AFP bahwa itu "tampaknya rudal balistik".

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (28/9/2021), kurang dari satu jam kemudian, Dubes Pyongyang untuk PBB Kim Song mengatakan kepada Majelis Umum PBB di New York: "Tidak ada yang bisa menyangkal hak membela diri untuk DPRK (nama resmi Korut)."

Washington mengutuk peluncuran rudal terbaru Korea Utara itu, menyebutnya sebagai "ancaman" bagi para tetangga Pyongyang dan komunitas internasional.

"Peluncuran ini melanggar beberapa Resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan. "Komitmen kami untuk pertahanan Republik Korea dan Jepang tetap kuat," imbuhnya.

Pyongyang berada di bawah beberapa sanksi internasional atas program terlarangnya untuk mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik.

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Dubes Kim Song mengatakan Korea Utara memiliki hak untuk "mengembangkan, menguji, memproduksi dan memiliki" sistem senjata yang setara dengan yang dimiliki Korea Selatan dan sekutunya AS.