Jaksa Mahkamah Internasional Ingin Fokus Selidiki Taliban dan ISIS-K

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 19:10 WIB
Operasi militer yang digencarkan Taliban membutuhkan dana yang tidak sedikit meski tidak diketahui secara pasti besaran dana namun dikutip VOA, Taliban diprediksi mampu menghasilkan US$300 juta hingga US$1,6 miliar per tahunnya.
Ilustrasi -- Petempur Taliban di Afghanistan (dok. AP Photo)
Den Haag -

Kepala jaksa yang baru pada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyatakan ingin melanjutkan penyelidikan terhadap kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Afghanistan. Secara khusus, ICC akan memfokuskan penyelidikan terhadap kelompok Taliban dan militan radikal Islamic State Khorasan (ISIS-K).

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Senin (27/9/2021), Karim Khan kini menjabat sebagai kepala jaksa ICC yang baru, menggantikan Fatou Bensouda. Dia menjabat sejak Juni lalu.

Dalam pernyataannya pada awal pekan ini, Khan menyatakan dirinya telah meminta izin mendesak dari hakim ICC untuk melaksanakan kembali penyelidikan terhadap kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Afghanistan, yang ditangguhkan tahun lalu atas permintaan pemerintahan Afghanistan saat itu.

Ditegaskan Khan bahwa dengan berkuasanya Taliban sejak Agustus lalu, maka 'tidak ada lagi prospek penyelidikan domestik yang tulus dan efektif' di Afghanistan.

"Perkembangan terkini di Afghanistan dan perubahan dalam otoritas nasional, mewakili perubahan keadaan yang signifikan," sebut Khan. "Setelah mengkaji persoalannya secara hati-hati, saya mencapai kesimpulan bahwa, pada saat ini, tidak ada lagi prospek penyelidikan domestik yang tulus dan efektif," tegasnya.

Dia meminta hakim ICC untuk 'mempercepat' izin dalam melanjutkan penyelidikan.

Penyelidikan Sempat Tertunda

Para hakim ICC diketahui mengizinkan penyelidikan di Afghanistan oleh Bensouda pada Maret tahun lalu. Penyelidikan itu mencakup dugaan pelanggaran oleh pasukan pemerintah Afghanistan, Taliban, tentara Amerika Serikat (AS) dan operasi intelijen asing AS sejak tahun 2002.