Italia Sebut Taliban Tak Bisa Diakui tapi Rakyat Afghanistan Harus Dibantu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 10:22 WIB
Taliban menggantung mayat yang disebut sebagai pelaku penculikan di Kota Herat, Afghanistan. Aksi itu sontak bikin geger warga di negara tersebut.
kelompok Taliban (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Luigi Di Maio mengatakan bahwa pemerintah Taliban di Afghanistan tidak bisa diakui. Namun, dia mendesak pemerintah-pemerintah asing untuk mencegah kolapsnya keuangan di sana yang akan memicu arus besar migran.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/9/2021), Italia saat ini memegang kepresidenan bergilir tahunan G20 dan akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak mengenai Afghanistan.

"Pengakuan pemerintah Taliban tidak mungkin karena ada 17 teroris di antara para menteri, dan hak asasi perempuan dan anak-anak perempuan terus dilanggar," ujar Di Maio kepada televisi pemerintah Rai 3.

Dikatakan Menlu Italia itu, rakyat Afghanistan harus mulai menerima dukungan keuangan yang dibekukan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan bulan lalu.

"Dalam beberapa saat mereka tidak akan mampu membayar gaji. Jelas, kita harus mencegah Afghanistan dari ledakan dan arus migrasi yang tak terkendali yang dapat mengganggu stabilitas negara-negara tetangga," tutur Di Maio.

"Ada cara untuk menjamin dukungan keuangan tanpa memberikan uang kepada Taliban. Kami juga telah sepakat bahwa sebagian dari bantuan kemanusiaan harus selalu ditujukan untuk perlindungan perempuan dan anak perempuan," tandasnya.

Di Maio mengatakan bahwa negara-negara G20 bersama dengan negara-negara tetangga Afghanistan berkomitmen untuk memerangi terorisme, dan bekerja untuk perlindungan hak asasi manusia.

Ditanya apakah tanggal telah ditetapkan bagi para pemimpin G20 untuk bertemu membahas tentang Afghanistan, Di Maio mengatakan bahwa tanggalnya akan diumumkan "dalam beberapa minggu mendatang".

"Tanggalnya belum diumumkan tetapi ada syarat-syarat untuk mengadakan pertemuan puncak para pemimpin G20, yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Mario Draghi," ujar Di Maio.

Lihat juga video 'Taliban Gantung Mayat Pakai Crane, Dipamerkan di Alun-alun':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)