Pesawat Pengebom AS Tiba-tiba Muncul, Rusia Kerahkan Jet Tempur!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 11:09 WIB
B-52 Stratofortress – The first versions of this long-range heavy bomber flew in 1954. A total of 744 were built, the last of those in 1962. The Air Force maintains 58 B-52s in the active force and 18 in the Reserve. A single B-52 can carry 70,000 pounds of mixed munitions, including bombs, missiles and mines. The eight-engine jets have a range of 8,800 miles. (Master Sgt Greg Steele/US Air Force)
Ilustrasi -- Pesawat pengebom B-52 milik AS (dok. Master Sgt Greg Steele/US Air Force)

Insiden ini menandai interaksi terbaru antara pesawat Rusia dengan AS atau NATO. Pada Maret lalu, NATO mengerahkan jet-jet tempurnya sebanyak 10 kali untuk melacak dan mencegat aktivitas tidak biasa dari pesawat pengebom dan jet tempur Rusia di atas Laut Utara, Laut Hitam dan Laut Baltik.

Kemudian pada Agustus 2020, dua pesawat militer Rusia dilaporkan melakukan pencegatan terhadap sebuah pesawat pengebom B-52 milik Angkatan Udara AS yang mengudara di atas Laut Hitam dan di perairan internasional.

Pihak AS menyebut pencegatan dilakukan oleh Rusia secara 'tidak aman dan tidak profesional' yang memicu turbulensi terhadap pesawat pengebom B-52 yang membatasi kemampuannya untuk bermanuver.


(nvc/ita)