Diberi Ultimatum Tinggalkan Wilayah Palestina, Begini Respons Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 12:15 WIB
Palestinian President Mahmoud Abbas via remote addresses the 76th Session of the U.N. General Assembly at United Nations headquarters in New York, on Friday, Sept. 24, 2021. ( John Angelillo /Pool Photo via AP)
Ultimatum terhadap Israel disampaikan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dalam Sidang Umum PBB (John Angelillo /Pool Photo via AP)

Tahun 2005, Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza. Kemudian kelompok Hamas memenangkan pemilu parlemen setahun kemudian dan merebut Gaza dari pasukan pemerintah Palestina dalam perebutan kekuasaan tahun 2007.

Selama bertahun-tahun, Israel memberikan berbagai tawaran yang disebut akan memberikan kemerdekaan kepada Palestina di sebagian besar wilayahnya. Namun Palestina yang selalu berada di posisi lebih lemah dalam perundingan, menyatakan setiap proposal Israel gagal memberikan status negara sepenuhnya dan tidak menyelesaikan masalah inti lainnya, seperti nasib pengungsi Palestina dan status Yerusalem.

Pengakuan Palestina atas Israel menjadi pondasi kesepakatan Oslo tahun 1993 yang disusul proses perdamaian Timur Tengah. Namun proses perundingan itu telah terhenti lebih dari satu dekade lalu, dan Perdana Menteri (PM) Israel saat ini, Naftali Bennett, menentang pembentukan negara Palestina berdampingan dengan Israel -- disebut sebagai solusi dunia negara, yang secara luas dipandang sebagai satu-satunya cara menyelesaikan konflik.


(nvc/idh)