Jerman Komentari Permintaan Taliban Bicara di PBB: Tak Ada Gunanya!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 08:23 WIB
Taliban government spokesman Zabihullah Mujahid gives a press conference in Kabul, Afghanistan, Tuesday, Sept. 21, 2021. The Taliban have expanded their interim Cabinet by naming more ministers and deputies, but failed to appoint any women. At the news conference Tuesday, Mujahid held out the possibility of adding women to the Cabinet at a later time, but gave no specifics. (AP Photo/Bernat Armangue)
juru bicara pemerintah Taliban (Foto: AP/Bernat Armangue)
Jakarta -

Pemerintah Jerman menyuarakan penolakan terhadap permintaan Taliban untuk berbicara di Majelis Umum Umum PBB. Jerman menyebut "pertunjukan" oleh penguasa baru Afghanistan tersebut tidak akan ada gunanya.

Komite kredensial PBB saat ini sedang meninjau permintaan dari Taliban untuk berpidato di Majelis Umum PBB atas nama Afghanistan, yang masih diwakili di badan dunia tersebut oleh duta besar dari pemerintah Afghanistan yang digulingkan Taliban bulan lalu.

"Menjadwalkan pertunjukan di PBB tidak akan menghasilkan apa-apa," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas kepada wartawan seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (23/9/2021).

"Yang penting adalah tindakan nyata dan bukan hanya kata-kata, termasuk hak asasi manusia dan khususnya hak-hak perempuan dan pemerintahan yang inklusif dan menjauhkan diri dari kelompok teroris," imbuh Menlu Jerman itu.

Maas mengatakan penting untuk berkomunikasi dengan Taliban, tetapi dia mengatakan: "Majelis Umum PBB bukanlah tempat yang tepat untuk itu."

Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan bahwa komite kredensial PBB yang beranggotakan sembilan negara termasuk Amerika Serikat, masih membahas permintaan Taliban itu. "Ini akan memakan waktu untuk mempertimbangkannya," kata pejabat itu.

Saat ini belum ada negara yang mengakui Taliban, yang rezim brutalnya pada 1996-2001 hanya mendapat pengakuan dari tiga negara -- Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Simak video 'Jokowi Bicara Kekhawatiran Marginalisasi Perempuan di Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]