Round-Up

Kala Urusan Kapal Selam Bikin Australia Vs Prancis Puasa Bicara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 21:36 WIB
Militer China hadir di Indo-Pasifik, Inggris, AS, dan Australia sepakati pakta pertahanan untuk menangkal kekuatan Tiongkok
Ilustrasi kapal selam (Foto: BBC World)
Jakarta -

Urusan kapal selam antara Australia dan Prancis berbuntut panjang. Terbaru, polemik soal kapal selam ini membuat pimpinan kedua negara puasa bicara.

Dilansir dari Reuters, Selasa (21/9/2021), Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bakal sama-sama menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Morrison mengaku tak akan bicara dengan Macron di sela-sela sidang Majelis Umum PBB. Hal itu dipicu kemarahan Prancis terhadap Australia usai pemerintah PM Morrison membatalkan kesepakatan pembelian kapal selam konvensional dari Prancis.

Proyek yang dibatalkan itu bernilai USD 40 miliar. Australia memilih mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir dari AS.

"Tidak ada kesempatan untuk itu saat ini. Saya yakin bahwa kesempatannya akan datang pada waktunya," ucap Morrison kepada wartawan di New York saat ditanya apakah dirinya akan bertemu dan bicara dengan Macron di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

FILE - In this Nov. 17, 2020, file photo, Australian Prime Minister Scott Morrison reviews an honor guard during a ceremony ahead of a meeting at Japanese Prime Minister Yoshihide Suga's official residence in Tokyo. Morrison said Monday, Nov. 30, 2020, a tweet by a Chinese official which shows a fake image of an Australian soldier appearing to slit a child's throat is PM Australia, Scott Morrison (Kiyoshi Ota/Pool Photo via AP, File) Foto: Kiyoshi Ota/Pool Photo via AP, File

Prancis bereaksi keras dan menuduh Australia serta AS telah menikam Prancis dari belakang terkait aliansi pertahanan baru antara AS, Australia dan Inggris. Otoritas Prancis menarik pulang Duta Besar mereka dari Australia dan AS terkait hal itu.

Negara-negara Uni Eropa telah menyatakan solidaritas untuk Prancis pada Senin (20/9) waktu setempat. Solidaritas itu dianggap menunjukkan persatuan negara-negara di Eropa terhadap dalam merespons keputusan aliansi Australia dengan AS dan Inggris.

Aliansi itu dianggap mengancam kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Australia dan Uni Eropa dijadwalkan menggelar pembicaraan selanjutnya soal kesepakatan perdagangan pada 12 Oktober mendatang.

Menteri Perdagangan Australia, Dan Tehan, mengharapkan pembicaraan itu tetap digelar sesuai jadwal terlepas adanya kekecewaan Prancis.

Sementara itu, Morrison dijadwalkan bertemu Presiden AS, Joe Biden, dan sejumlah pemimpin negara Eropa lainnya di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York sebelum melanjutkan kunjungan ke Washington DC untuk menghadiri pertemuan kelompok Quad -- India, Jepang, AS dan Australia.