Bersitegang, Akankah PM Australia-Presiden Prancis Bertemu di Sidang PBB?

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 13:36 WIB
FILE - In this Nov. 17, 2020, file photo, Australian Prime Minister Scott Morrison reviews an honor guard during a ceremony ahead of a meeting at Japanese Prime Minister Yoshihide Sugas official residence in Tokyo. Morrison said Monday, Nov. 30, 2020, a tweet by a Chinese official which shows a fake image of an Australian soldier appearing to slit a childs throat is “truly repugnant.
PM Australia Scott Morrison (Kiyoshi Ota/Pool Photo via AP, File)
New York -

Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, akan sama-sama menghadiri forum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), pekan ini. Namun Morrison mengakui tidak akan berbicara dengan Macron di sela-sela forum PBB itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (21/9/2021, Australia dan Prancis diketahui terlibat perselisihan terkait pembatalan kesepakatan pembelian kapal selam. Prancis marah besar setelah Australia membatalkan kontrak pertahanan senilai US$ 40 miliar dan memilih untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir dari AS.

Dalam reaksinya yang bernada keras, Prancis menuduh Australia dan AS telah menikam Prancis dari belakang terkait aliansi pertahanan baru antara AS, Australia dan Inggris. Otoritas Prancis bahkan menarik pulang Duta Besar mereka dari Australia dan AS terkait hal itu.

Sementara Presiden AS Joe Biden dilaporkan meminta waktu untuk berbicara dengan Macron guna meredakan ketegangan, Morrison menyatakan dirinya tidak akan menggelar pertemuan bilateral secara terpisah dengan Macron di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pekan ini.

"Tidak ada kesempatan untuk itu saat ini. Saya yakin bahwa kesempatannya akan datang pada waktunya," ucap Morrison kepada wartawan di New York saat ditanya apakah dirinya akan bertemu dan berbicara dengan Macron di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

Negara-negara Uni Eropa menyatakan solidaritas untuk Prancis pada Senin (20/9) waktu setempat, dalam upaya menunjukkan persatuan saat keputusan Australia menjalin aliansi dengan AS dan Inggris mengancam kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

Lihat juga video 'PM Inggris: Hubungan Kami dan Prancis Tak Dapat Dihancurkan':

[Gambas:Video 20detik]