Round-up

Kuasa Taliban di Afghanistan Berujung Ditutupnya Kementerian Perempuan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 07:27 WIB
Sejumlah pasukan Taliban berjaga di area sekitar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul. Mereka bersiaga di kawasan itu usai AS tinggalkan Afghanistan.
Ilustrasi Kelompok Taliban (Foto: AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)

Perempuan Tak Diizinkan Bekerja

Sebelumnya, saat pengumuman susunan anggota kabinet pada 7 September, Taliban tidak menyebutkan penunjukan Menteri Urusan Perempuan, sementara Plt Menteri untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan disebutkan.

Selama pemerintahan pertama Taliban tahun 1996-2001, kaum perempuan sebagian besar tidak diberi akses ke kehidupan publik, termasuk dilarang meninggalkan rumah mereka kecuali ditemani oleh kerabat laki-laki.

Selain itu, anak perempuan juga tidak diizinkan bersekolah dan kaum perempuan dilarang bekerja dan kuliah.

Saat itu, Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan bekerja sebagai polisi moral Taliban yang memastikan penegakan hukum Syariah.

Awal pekan ini, seorang pemimpin senior Taliban mengatakan bahwa perempuan Afghanistan tidak akan diizinkan bekerja bareng laki-laki di kementerian-kementerian pemerintah.


(dwia/dwia)