International Updates

Menhan Australia Sebut-sebut RI Saat Bahas China, Kapal Selam AS Lebih Baik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 16:00 WIB
Australias Minister for Home Affairs Peter Dutton announces measures against online sexual exploitation on March 5, 2020 during a press conference at the Department of Justice in Washington,DC. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Menhan Australia Peter Dutton (Foto: MANDEL NGAN/AFP)

Disebutkan bahwa kapal perang canggih buatan Inggris akan dibangun di Indonesia dengan kerja sama antara Babcock, perusahaan kedirgantaraan, pertahanan dan keamanan yang berbasis di Inggris, dengan PT PAL Indonesia (Persero), Badan Usaha Milik Negara yang membangun dan memelihara kapal untuk penggunaan militer dan komersial yang berbasis di Surabaya.

"Hari ini Babcock menyetujui kesepakatan lisensi untuk PT PAL Indonesia (Persero) ... untuk memproduksi kapal tersebut di Indonesia dan akan dikerjakan oleh 'tangan-tangan' Indonesia, dengan desain khusus serta spesifikasi yang memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Indonesia," demikian seperti disampaikan Kedubes Inggris dalam keterangan persnya.

- Tanggapi Kemarahan Prancis, Australia: Kapal Selam Nuklir AS Lebih Baik

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton mengatakan bahwa kapal selam nuklir yang didukung Amerika Serikat merupakan pilihan yang lebih baik.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (17/9/2021), hal ini disampaikannya setelah pemerintah Prancis marah karena Canberra membatalkan kesepakatan besar untuk kapal selam konvensional dengan negara tersebut.

"Pada akhirnya keputusan yang kami buat didasarkan pada kepentingan terbaik keamanan nasional kami," kata Dutton dalam konferensi pers bersama di Washington, AS.

Pemerintah Prancis telah melontarkan kemarahannya setelah Australia membatalkan paket bernilai miliaran dolar untuk kapal selam konvensional Prancis, saat mengumumkan aliansi baru dengan Amerika Serikat dan Inggris.

- Menhan Australia Sebut-sebut Indonesia Saat Bicara Soal China

Amerika Serikat, Inggris dan Australia telah menyepakati aliansi pertahanan baru di tengah meningkatnya ancaman China. Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Peter Dutton menyebut kesepakatan aliansi yang diberi nama AUKUS itu adalah "keputusan bersejarah" dalam sejarah Australia, dan merupakan respons terhadap meningkatnya ancaman China di kawasan itu.

Yang menarik, dalam komentarnya, Dutton menyebut-nyebut Indonesia.

"Apa yang diinginkan Australia? Kami ingin perdamaian berkelanjutan di kawasan kami, kami menginginkan stabilitas, kami ingin ada kesempatan bagi Indonesia, Vietnam dan Sri Lanka dan Korea untuk terus berkembang dan memberikan standar hidup yang lebih baik bagi rakyat mereka dan hasil kesehatan yang lebih baik," kata Dutton seperti diberitakan Sky News, Jumat (17/9/2021).

"Itu adalah kesuksesan untuk dunia dan kita perlu memastikan itu bertahan lama," imbuhnya.


(ita/ita)