Tangkal China, Lebih Banyak Pasukan AS Akan Datang ke Australia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 08:47 WIB
Pesawat militer terakhir AS telah meninggalkan bandara Kabul. Hal itu juga jadi penanda berakhirnya proses evakuasi AS terhadap warga sipil di Afghanistan.
ilustrasi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah Australia menyampaikan bahwa lebih banyak pasukan Amerika Serikat akan datang ke negara tersebut. AS dan sekutu juga akan bekerja sama dalam pengembangan rudal, langkah bersama terbaru di tengah kekhawatiran bersama atas China.

Australia mengumumkan aliansi baru dengan Amerika Serikat dan Inggris, di mana Canberra akan memperoleh kapal selam bertenaga nuklir. Hal ini telah membuat marah Prancis yang kontrak utamanya untuk kapal selam konvensional telah dibatalkan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (17/9/2021), Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton mengatakan Australia akan "secara signifikan meningkatkan" kerja sama termasuk bekerja sama dalam pengembangan rudal dan persenjataan peledak.

Dia mengatakan Australia bersedia melihat lebih banyak Marinir AS yang datang dalam rotasi yang telah berlangsung satu dekade melalui kota Darwin. "Saya memiliki aspirasi untuk memastikan bahwa kami dapat meningkatkan jumlah pasukan melalui rotasi," kata Dutton.

"Kemampuan udara akan ditingkatkan, kemampuan maritim kami ditingkatkan dan tentu saja postur kekuatan ditingkatkan," imbuhnya.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison sebelumnya telah mengatakan bahwa Australia akan memperoleh rudal jelajah jarak jauh Tomahawk.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, juga menegaskan bahwa Amerika Serikat "akan memperluas akses dan kehadiran kami di Australia."

Austin mengatakan kedua sekutu membahas kekhawatiran tentang China (RRC) dalam pertemuan yang melibatkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri AS Marise Payne.

Simak juga video 'Proyek Kapal Selam Prancis Batal, Gedung Putih: Tanyakan ke Australia':

[Gambas:Video 20detik]