Round-Up

Klaim Korut Tak Terdampak Corona Jadi Alasan Tolak Vaksin dari China

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 22:02 WIB
Warga antri untuk mendapatkan vaksin Sinovac yang disediakan oleh mobil keliling di depan pasar barang antik Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/6). Vaksin warga khusus untuk umur 50 tahun keatas dengan membawa KTP yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Solo. Dalam pelayanan vaksin tersebut dibatasi hingga 100 pemohon setiap harinya dengan lokasi yang berpindah-pindah hingga 30 Juni mendatang.
Ilustrasi vaksin (Foto: Agung Mardika)
Jakarta -

Korea Utara (Korut) menolak tawaran vaksin virus Corona (COVID-19) produksi Sinovac Biotech, China. Alasannya, Korut menyebut harusnya vaksin nyaris 3 juta dosis itu dikirim ke negara yang terdampak parah.

Dilansir Reuters, Kamis (2/9/2021), penolakan vaksin Corona oleh Korut itu diungkapkan oleh badan anak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), UNICEF. UNICEF adalah pihak mengatur pasokan vaksin Corona untuk program COVAX bagi negara-negara berpendapatan rendah.

UNICEF membeberkan alasan penolakan Korut itu. Kementerian Urusan Publik Korut, kata UNICEF, melakukan rujukan pada pasokan vaksin global yang terbatas dan lonjakan Corona berkelanjutan di banyak negara. Sehingga mereka menolak.

Korut Belum Laporkan Kasus Corona

Hingga saat ini, Korut tidak melaporkan satupun kasus virus Corona. Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu menerapkan langkah anti-Corona yang ketat di wilayahnya. Salah satunya adalah menutup perbatasan dan membatasi perjalanan domestik.

Seorang juru bicara UNICEF mengatakan Kementerian Urusan Publik Korut akan terus berkomunikasi dengan COVAX. Komunikasi dilakukan untuk menerima pasokan vaksin Corona dalam beberapa bulan ke depan.

Korut Juga Tolak Vaksin pada Juli

Korut juga menolak pengiriman pasokan vaksin Corona AstraZeneca pad Juli lalu. Penolakan dilakukan karena kekhawatiran soal efek sampingya -- saat laporan kasus pembekuan darah marak di beberapa negara.

Penolakan itu dilaporkan oleh forum diskusi think-tank Korea Selatan (Korsel). Forum itu berafiliasi dengan badan intelijen Korsel.

Sementara itu, Institut Strategi Keamanan Nasional secara terpisah menyatakan bahwa Korut tidak tertarik pada vaksin Corona buatan China. Sebab mereka khawatir tidak terlalu efektif, akan tetapi mereka menunjukkan ketertarikan dengan vaksin Corona buatan Rusia.

Untuk diketahui, sejumlah negara, seperti Thailand dan Uruguay, mulai menggunakan vaksin merek berbeda bagi warganya yang menerima suntikan vaksin Sinovac untuk dosis pertama, dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap Corona.

"Kami terus bekerja dengan otoritas DPRK (nama resmi Korut) untuk membantu merespons pandemi COVID-19," ucap juru bicara Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), salah satu organisasi yang memimpin program COVAX.

(lir/dwia)